Remaja ini Dijebak Kenalan Wanitanya Hingga Ponsel Dirampas, Modus Penggerebekan di Tempat Sepi

Remaja menjadi korban dugaan pemerasan dan perampasan setelah bertemu gadis yang ternyata telah bekerja sama dengan pelaku lain.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Istimewa
JEBAKAN - Ilustrasi borgol. Remaja diperas dan ponselnya dirampas, ternyata kenalannya menjalankan modus jebakan di medsos, Kamis (11/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Tiga remaja di Blitar ditangkap karena diduga melakukan pemerasan dan perampasan dengan modus jebakan kencan melalui media sosial.
  2. Korban diajak bertemu ke lokasi sepi lalu diintimidasi dengan tuduhan berbuat mesum sebelum HP dirampas.
  3. Pelaku meminta uang tebusan Rp300 ribu untuk mengembalikan HP hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

 

TRIBUNJATIM.COM - Aksi kejahatan bermodus perkenalan di media sosial kembali terjadi di Blitar, Jawa Timur.

Seorang remaja menjadi korban dugaan pemerasan dan perampasan setelah diajak bertemu oleh seorang gadis yang ternyata telah bekerja sama dengan pelaku lain.

Polisi mengungkap pertemuan tersebut telah dirancang sejak awal sebagai jebakan dan umpan kencan.

Korban dibawa ke lokasi sepi, lalu dihadapkan pada skenario penggerebekan palsu yang berujung intimidasi, perampasan telepon genggam, serta permintaan uang tebusan.

Baca juga: Pria ini Emosi Niat Tagih Utang ke Kenalan Malah Dimintai Pinjam Lagi, Polisi Turun Tangan

Tiga pelaku yang semuanya warga Kabupaten Blitar kini telah diringkus polisi.

Mereka adalah ARD (19) selaku otak kejahatan, RZQ (16), dan AG (16) yang merupakan pelaku perempuan.

Sementara korbannya adalah seorang remaja pria berinisial GNS (17), warga Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

"Ketiga pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dua dari tiga pelaku di antaranya statusnya masih di bawah umur," terang Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan Tengah Malam di Gubuk Sepi

AKP Rudi Kuswoyo membeberkan kronologi insiden yang bermula pada pertengahan Mei 2026 tersebut.

Korban awalnya berkenalan dengan pelaku AG lewat jejaring media sosial.

Setelah intens berkomunikasi, keduanya sepakat janjian bertemu di Lapangan Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Nahas bagi korban, ia tidak tahu bahwa pertemuan itu adalah skenario jebakan.

Sebelum berangkat, AG telah membocorkan rencana tersebut kepada ARD. 

ARD pun menyusun strategi rapi agar AG menggiring korban ke lokasi yang sepi, di mana ia dan RZQ sudah bersiap melakukan penggerebekan rekayasa.

Sesuai rencana, setelah bertemu di lapangan pada tengah malam, AG mengajak korban berboncengan menuju sebuah gubuk di Jalan Kalpataru, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo.

Saat korban dan AG berada di dalam gubuk itulah, ARD dan RZQ tiba-tiba muncul berlagak bagai warga yang melakukan penggerebekan

Keduanya langsung mengintimidasi dan menuduh korban telah berbuat mesum dengan AG.

Tak hanya menggertak, pelaku bahkan sempat mendorong dan memukul tubuh korban.

HP Dirampas, Pelaku Minta Uang Tebusan Transfer

Di bawah ancaman, ARD kemudian memeras korban dengan meminta sejumlah uang tunai.

Karena saat itu korban mengaku tidak mengantongi uang, para pelaku langsung merampas handphone (HP) milik korban.

"ARD membawa HP korban. Pelaku kemudian meminta korban untuk mengambil HP-nya keesokan hari dengan syarat harus membawa uang tebusan sebesar Rp300.000," kata Rudi.

Keesokan harinya, korban mencoba menghubungi ARD untuk menebus HP miliknya.

Namun, ARD selalu menghindar dengan dalih sibuk bekerja.

Pada hari berikutnya korban kembali menghubungi pelaku, namun ARD lagi-lagi berkelit dengan alasan sepeda motornya kehabisan bensin.

Geram karena dipersulit, kecurigaan korban memuncak saat ARD justru memaksa agar uang tebusan tersebut dikirimkan melalui skema transfer bank.

Merasa diperas secara sepihak, korban menolak perintah pelaku dan memilih melaporkan seluruh kejadian kelam itu ke markas kepolisian.

"ARD ini bertindak sebagai otak dalam kasus tersebut. Dia yang merencanakan AG untuk memancing korban bertemu di tempat sepi, lalu berpura-pura digerebek dengan tujuan utama memeras untuk mendapatkan uang," pungkas Kasat Reskrim.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved