Sarasehan Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik 2025, Upaya Bojonegoro makin Terbuka dan Responsif
Pemkab Bojonegoro gelar Sarasehan Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik 2025, langkah penguatan transparansi dan partisipasi publik.
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Sarasehan Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik 2025 menjadi langkah Pemkab Bojonegoro untuk penguatan transparansi dan partisipasi publik.
- Dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025, Bojonegoro berhasil meraih predikat Informatif dan skor 100.
- Capaian Bojonegoro ini merupakan lompatan besar dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur menggelar Sarasehan Medhayoh Keterbukaan Informasi Publik 2025, sebuah langkah penguatan transparansi dan partisipasi publik, Sabtu (29/11/2025).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, keterbukaan informasi kini menjadi kebutuhan yang penting bagi pemerintah daerah.
Nurul menjelaskan, jumlah penduduk Bojonegoro sekitar 1.363.227 jiwa, separuhnya atau sebanyak 58 persen merupakan pengguna internet.
Media sosial, terutama TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi kanal utama masyarakat memperoleh informasi.
Hal ini, kata Nurul, menjadi penting. Arus informasi harus dikelola dengan baik.
Oleh karenanya, Pemkab Bojonegoro berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang transparan, responsif dan terbuka untuk masyarakat.
Sebagai buktinya, dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025, Bojonegoro berhasil mencatat prestasi penting dengan meraih predikat Informatif dan skor 100.
“Alhamdulillah Bojonegoro mengalami kebangkitan. Selama lima tahun sebelumnya kita berada pada kategori tidak informatif dengan nilai C dan D. Tahun ini Bojonegoro mendapatkan nilai A,” ujar Nurul, dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro ini paham betul, dunia berubah begitu cepat, derasnya arus informasi di era digital menuntut pemerintah lebih adaptif, cepat, dan responsif terhadap masukan masyarakat.
Baca juga: Bupati Medhayoh, Sejumlah Warga Bojonegoro Terima Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan
“Sekecil apapun informasi di lapangan, dalam lima menit bisa menyebar ke banyak pihak. Karena itu, kami menghargai kontribusi masyarakat dalam memberikan masukan,” tegasnya.
Lompatan Besar
Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo menyebut, capaian Bojonegoro sebagai lompatan besar dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, masih terdapat tantangan nasional dalam pelaksanaannya, antara lain ketersediaan informasi yang masih reaktif, kecepatan layanan, dan keraguan badan publik dalam menentukan status informasi.
Ia menekankan perlunya perubahan paradigma dalam birokrasi pelayanan informasi publik.
“Sudah saatnya logika lama ditinggalkan. Bukan lagi ‘informasi tertutup kecuali yang dibuka,' tetapi sesuai undang-undang, semua informasi terbuka kecuali yang dikecualikan,” tegasnya.
Bojonegoro
Nurul Azizah
Nursodik Gunarjo
Komisi Informasi Jawa Timur
TribunJatim.com
berita Bojonegoro terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Korban Asusila di Kediri Didampingi Secara Psikologis, Pemkab Fokus Pulihkan Trauma Anak |
|
|---|
| Soal Polemik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Pemda Wacanakan Zonasi Kuliner Non Halal, Pemilik Heran |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Mandangin Sampang Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas seusai Dua Hari Pencarian |
|
|---|
| Siswa Antusias Kunjungi Pameran Arsip Ponorogo, Ada Jejak Batoro Katong hingga Era Jokowi |
|
|---|
| Pelanggan Warung Bakso Syok Ditagih Biaya AC Rp 3 Ribu Per Orang, Disbudporapar Bertindak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sarasehan-Medhayoh-Keterbukaan-Informasi-Publik-2025-di-Bojonegoro-bersama-Komisi-Informasi.jpg)