200 Tukang Becak di Bojonegoro Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik kepada para penarik becak di wilayah Kota Bojonegoro.

Penulis: Misbahul Munir | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
BECAK LISTRIK - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD saat konvoi mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. 

 

Ringkasan Berita:
  • 200 tukang becak di Kabupaten Bojonegoro menerima bantuan becak listrik dari Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
  • Becak listrik produksi PT Pindad tersebut diserahkan di Pendopo Malowopati oleh Setyo Wahono selaku Bupati Bojonegoro.
  • Program ini bertujuan membantu para penarik becak, terutama yang sudah lanjut usia, agar tetap dapat bekerja tanpa harus mengayuh becak secara manual.

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misabahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik kepada para penarik becak di wilayah Kota Bojonegoro.

Bantuan tersebut merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Penyerahan ratusan becak listrik produksi PT Pindad itu dilakukan di Pendopo Malowopati, kompleks Pemkab Bojonegoro pada selasa (10/3/2026).

Bantuan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban para tukang becak, khususnya mereka yang sudah lanjut usia, agar tetap dapat bekerja tanpa harus mengayuh becak secara manual.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang dinilai sangat membantu masyarakat kecil, khususnya para penarik becak.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang hari ini memberikan bantuan luar biasa bagi para penarik becak di Bojonegoro,” ujar Wahono.

Ia mengatakan, bantuan becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para penarik becak sekaligus membantu perekonomian keluarga mereka.

Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat untuk merawat becak listrik tersebut dengan baik serta tidak menjual atau memindahtangankannya kepada pihak lain. Selain itu, becak listrik juga tidak diperbolehkan untuk dimodifikasi.

“Gunakan dengan tertib di jalan serta tetap memperhatikan keselamatan saat membawa penumpang,” tutupnya.

Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Nuryana menjelaskan, program bantuan becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap para pekerja sektor informal yang masih menggantungkan hidup dari menarik becak. Banyak di antara mereka yang tetap bekerja meski telah berusia lanjut.

“Becak ini bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga upaya untuk memudahkan para tukang becak yang sebelumnya harus mengayuh dengan tenaga sendiri. Melihat banyak penarik becak yang sudah lanjut usia, Presiden tergerak untuk membantu meringankan usaha mereka dalam mencari nafkah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 sebanyak 10.000 becak listrik telah disalurkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara pada 2026, ditargetkan ada sekitar 7.000 unit becak listrik tambahan yang akan kembali disalurkan ke berbagai wilayah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved