Sosok Daffa Bocah Jenius dari Bojonegoro, Gemar Belajar Mesin & Oprek Elektronik dari Umur 3
Sedari kecil, Daffa telah menunjukkan rasa ingin tahu dan ketertarikan tinggi pada hal yang berkaitan dengan mesin dan teknologi.
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Daffa Ardian Pratama, sosok bocah jenius asal Kabupaten Bojonegoro.
- Di usianya yang baru menginjak 9 tahun, ia udah mahir memperbaiki perkakas elektronik rumah tangga.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Di usia anak- anak umumnya dihabiskan dengan bermain sepak bola, layangan, hingga game online.
Namun, berbeda dengan Daffa Ardian Pratama, bocah jenius asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini.
Baca juga: Dapur Warung Soto Terbakar saat Ganti Gas LPG 3 Kg, 2 Karyawan Alami Luka di Wajah
Ia lebih tertarik belajar mesin hingga mengotak-atik barang elektronik.
Di usianya yang baru menginjak 9 tahun, ia sudah menunjukkan kemampuan di luar kebiasaan anak seusianya.
Putra sulung pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana warga Desa Growok, Kecamatan Dander, ini sudah mahir memperbaiki perkakas elektronik rumah tangga.
Seperti kipas angin, komputer, hingga paham mekanikal komponen kendaran dan alat elektronik.
Sang ayah, Andik Sujianto mengungkapkan, sedari kecil putranya telah menunjukkan rasa ingin tahu dan ketertarikan yang tinggi, terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan mesin dan teknologi.
"Kalau soal memperbaiki kipas angin sudah hafal, bahkan dia (Daffa) bisa menganalisa kerusakan komponennya, sekaligus menjelaskan cara memperbaikinya," ujar Andik, pada Kamis (9/4/2026).
Semua kemampuan itu, kata sang ayah, dipelajari bocah kelas 3 SD tersebut secara otodidak.
Bermodal tutorial dari YouTube dan eksperimen yang dia kembangkan sendiri.
Rasa ingin tahunya yang tinggi membuat Daffa terus mengeksplorasi pengetahuan baru.
Bahkan, Daffa pernah menciptakan dimmer, alat untuk mengatur tegangan listrik untuk menaikan turunkan kecepatan dinamo.
Hingga bereksperimen merakit sepeda listriknya sendiri.
"Komponen alatnya dia beli online. Ya saya fasilitasi, dia beli baterai dan alat-alatnya, pernah juga buat alat sapu otomatis dari cikrak dan dinamo," bebernya.
Keunikan lain dari Daffa adalah kemampuannya memahami cara kerja suatu alat hanya dengan melihat atau mencoba sebentar.
Ia tidak sekadar menggunakan, tetapi juga menganalisis sistem di dalamnya.
Seperti saat Daffa kecil menunjukkan kemampuannya saat menggulung dinamo di hadapan sang ayah yang membuatnya tercengang.
"Tidak ada yang mengajari, saya sendiri enggak paham. Kok bisa gulung dinamo dan berfungsi baik. Dia (Daffa) bilang, ini kalau jumlah lilitan gulungannya tidak pas, bakal enggak stabil," ujar Andik menirukan tutur putranya.
Andik juga bercerita, pernah suatu ketika Daffa yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak ngambek tidak mau sekolah.
Musababnya karena sang guru tidak bisa menjawab pertanyaannya.
Ia dengan polosnya mengajukan pertanyaan sederhana, namun cukup teknis kepada sang guru, tentang apa fungsi busi pada kendaraan.
"Dia itu sejak usia 3 tahunan, memang sudah saya perbolehkan main HP buat nonton YouTube. Dengan didampingi dan waktu tertentu. Yang ditonton itu bukan kartun. Dia suka lihat cara buat robot, mesin-mesin kayak gitu," ulasnya.
"Di usia itu, dia belum bisa baca tulis. Tapi, sudah bisa pakai voice di YouTube, kalau apa yang ingin dia cari, tapi ternyata tidak sesuai, protes dia," sambungnya.
Nilai di sekolah malah biasa
Meski memiliki kecerdasan tinggi, perjalanan akademik Daffa tidak selalu berjalan mulus.
Nilai sekolahnya cenderung biasa saja.
Ia kurang tertarik dengan metode pembelajaran formal, dan lebih memilih belajar melalui praktik langsung.
Melihat potensi besar tersebut, orang tua Daffa kini berupaya mencari pola pendidikan yang lebih sesuai.
Mereka menyadari bahwa Daffa membutuhkan pendekatan khusus agar kemampuannya dapat berkembang secara maksimal.
Selain itu, Andik mengungkapkan bahwa putra kebanggaannya mempunyai cita-cita tinggi dan mulia.
Daffa diketahui ingin menjadi seorang insinyur penemu alat-alat baru yang bermanfaat bagi banyak orang.
"Kalau ditanya cita-cita Daffa apa? Pengin jadi insinyur," tutup Andika.
| Serapan Petroganik Tertinggi Kedua Nasional, Bojonegoro Dorong Pertanian yang Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Proyek Jalan BKD Rp2,7 M Dilaporkan Warga ke Kejari Bojonegoro, Kualitas Pengerjaan Buruk & Asal |
|
|---|
| Tradisi Wiwitan Bojonegoro, Ritual Gong Gaib di Blok Cepu hingga Syukuran Panen Raya yang Melimpah |
|
|---|
| Wajah Baru Museum Rajekwesi Bojonegoro, Dari Lautan Purba Hingga Pusaka Emas Majapahit |
|
|---|
| Alasan 48 Desa di Bojonegoro Belum Mulai Pembangunan KDKMP, Terkendala Lahan hingga Administrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Daffa-Ardian-Pratama-sosok-bocah-jenius-asal-Kabupaten-Bojonegoro.jpg)