Kunjungi RS Siti Khodijah, Menko PMK Tegaskan Komitmen Perangi Tuberkulosis
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, menegaskan keseriusan pemerintah
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Poin penting:
- Pemerintah serius mempercepat penanggulangan TBC, dengan membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan memperluas program Desa Siaga TB di delapan provinsi prioritas.
- Program TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) kembali digalakkan untuk meningkatkan deteksi dini dan keberhasilan pengobatan TBC.
- Penanganan TBC tidak hanya medis, tapi juga melibatkan lingkungan sehat, nutrisi baik, dan penghapusan stigma terhadap penderita agar mereka mendapat dukungan sosial.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC).
Hal itu disampaikan saat meninjau Klinik TB Terpadu di RS Siti Khodijah Sidoarjo dan menghadiri Rapat Koordinasi serta Dialog Penuntasan TBC di Aula KH Ahmad Dahlan, Kamis (2/10/2025).
“Pemerintah sedang sangat serius menangani tuberkulosis. Kita tahu prevalensi TBC di Indonesia itu tinggi, nomor dua setelah India. Penanganan sempat terinterupsi saat pandemi Covid-19, karena itu sekarang kita maksimalkan percepatannya,” ujar Pratikno di hadapan awak media.
Ia menyebut pemerintah telah membentuk Tim Percepatan untuk Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) yang kini aktif di delapan provinsi prioritas, mayoritas di Pulau Jawa. Upaya tersebut juga diperkuat dengan program Desa Siaga TB yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Oleh karena itu, kita hidupkan lagi TOSS, Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Kita tidak perlu khawatir, tapi harus waspada terhadap tuberkulosis,” tambahnya.
Baca juga: Kasus TBC di Lumajang Jadi Atensi, Dinkes Masifkan Skrining dan Edukasi Masyarakat
Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya menyangkut urusan medis, melainkan juga dukungan lingkungan serta pola hidup sehat. Ia menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap penderita TB.
“Penderita TB harus kita dukung. Setelah satu bulan diobati, mereka sudah tidak menular lagi. Yang penting diberi nutrisi baik, rumah dengan pencahayaan dan ventilasi cukup, serta lingkungan yang mendukung,” tegasnya.
Pratikno juga menekankan perlunya kerja lintas sektor dalam upaya penanggulangan TBC. “Ini bukan hanya pekerjaan Kementerian Kesehatan, tapi semua kementerian terkait sudah kita koordinasikan,” katanya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus TB di Indonesia mencapai 1.090.000. Menko PMK berharap percepatan skrining dapat menemukan lebih banyak penderita sehingga segera mendapat pengobatan.
“Yang terpenting sekarang adalah penemuan kasus secepat-cepatnya. Skrining harus dipercepat agar penderita bisa segera dibantu, diobati, didukung, sehingga cepat sembuh dan tidak menular,” pungkasnya.
| Pekerja Stadion Venue Piala Dunia 2026 Bersatu, Ancam Mogok Kerja Demi Hak |
|
|---|
| Iran Sebut Trump Berubah-ubah, Banyak Omong hingga Keseringan Ngetweet |
|
|---|
| Pedagang Rugi Rp7,2 Juta usai 250 Kg Telur Dibawa Kabur TNI Gadungan, Alasan Bazar Sembako |
|
|---|
| Pelaku Jambret Menangis usai Dihakimi Warga Bubutan Surabaya, Rampas Ponsel Pejalan Kaki |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Pengakuan Istri Kasubag Gadaikan SK Anggota hingga Jaksa Kejati Jual Barang Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Menko-PMK-RI-Pratikno-memberikan-keterangan-kepada-wartawan-usai-meninjau-Klinik-TB.jpg)