Berita Viral

518 Guru Ngaji Belum Bisa Cairkan Insentif Mereka, Pemkab Angkat Bicara

Sebanyak 518 guru ngaji belum bisa mencairkan insentif. Mereka adalah guru ngaji di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Editor: Torik Aqua
Istimewa/Lapas Kediri
INSENTIF - Ilustrasi mengaji. 518 guru ngaji di Bondowoso belum bisa cairkan insentifnya, Pemkab angkat bicara. 

Ringkasan Berita:
  1. 518 guru ngaji belum menerima insentif akibat rekening bermasalah dan pergantian bendahara.
  2. Sebagian rekening tidak aktif karena saldo kosong, serta ada penerima baru tanpa rekening.
  3. Pemkab menjanjikan pencairan segera setelah kendala administrasi dan verifikasi selesai.

 

TRIBUNJATIM.COM - Alasan sebanyak 518 guru ngaji belum menerima insentif.

Mereka adalah guru ngaji di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Hingga kini hak mereka belum bisa dicairkan.

Sedangkan ribuan guru ngaji lainnya dari total 5.865 guru ngaji sudah lebih dulu menerima jelang lebaran.

Baca juga: Insentif Guru Ngaji Jombang Naik Rp250 Ribu, dari Rp750 Ribu Kini Rp1 Juta

Kabag Kesra Pemkab Bondowoso, Royhan Muktafi Billah, menjelaskan kendala paling banyak yakni rekening penerima bermasalah

Selain itu ada juga permasalahan lain proses pergantian bendahara di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Bondowoso.

“Ada 518 yang belum dicairkan karena ada beberapa kesalahan, salah satunya rekening yang bermasalah,” ujar Royhan dikonfirmasi Kamis (16/4/2026) kemarin.

Menurut Royhan, permasalahan rekening dimaksud seperti rekening tersebut menjadi tidak aktif karena tidak digunakan untuk transaksi lain, termasuk pembayaran administrasi bank.

Baca juga: Pemkab Jember Salurkan Ribuan Beasiswa Kuliah & Miliaran Insentif Guru Ngaji selama Tahun 2025

Sementara beberapa guru ngaji hanya memiliki satu rekening yang digunakan khusus untuk menerima insentif.

“Ketika insentif diambil semua dan tidak ada saldo untuk biaya administrasi bulanan, maka rekening dinonaktifkan oleh Bank Jatim,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula guru ngaji pengganti yang belum memiliki rekening, sehingga proses pencairan harus menunggu pembuatan rekening baru di bank.

Hal ini turut memperlambat distribusi insentif.

Royhan menambahkan, pencairan sempat ditunda agar tidak menghambat ribuan penerima lain.

Setelah Hari Raya Idulfitri, proses kembali dilanjutkan, namun terkendala mutasi bendahara di lingkungan Kesra.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved