Bocah Tenggelam di Sungai Tulungagung
Eceng Gondok Jadi Kendala Utama Proses Pencarian Bocah yang Hilang di Sungai Bodeng Tulungagung
RI, bocah laki-laki berusia 11 tahun hilang di Sungai Bodeng, Dusun Plenggrong, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian bocah 11 tahun yang hilang di Sungai Bodeng, Tulungagung.
- Proses pencarian ini terkendala banyaknya eceng gondok di sepanjang aliran sungai.
- Saat pencarian, aliran air dari Bendungan Wonorejo dihentikan, sementara pintu air Dam Kleben dibuka.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - RI, bocah laki-laki berusia 11 tahun hilang di Sungai Bodeng, Dusun Plenggrong, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (7/12/2025).
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap RI, pada Senin (8/12/2025) pagi.
Petugas SAR di bawah Pos SAR Basarnas Trenggalek menurunkan 3 perahu karet.
Selain itu, sejumlah relawan menggunakan pelampung juga menceburkan diri di aliran sungai untuk membantu pencarian.
Ada juga tim darat yang melakukan penyisiran dari kedua bantaran sungai.
Proses pencarian ini terkendala banyaknya eceng gondok di sepanjang aliran sungai ini.
Tanaman air ini menghambat manuver perahu karet, sekaligus menghalangi pandangan.
Eceng gondok juga memungkinkan korban terjebak di bawahnya.
Lokasi kecelakaan air ini merupakan sungai yang mengalirkan air dari Bendungan Wonorejo Kecamatan Pagerwojo, ke Bendungan Kleben di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang.
Untuk memudahkan pencarian, aliran air dari Bendungan Wonorejo dihentikan, sementara pintu air Dam Kleben dibuka.
"Dua perahu karet bermanuver di sekitar lokasi kejadian. Sementara satu perahu ke arah hilir (Dam Kleben)," ujar Komandan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, Fitra Adma Chasanda.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tragedi Dua Bocah Tulungagung Tenggelam di Sungai Kleben, 1 Hilang dan 1 Tewas
Lanjut Fitra, eceng gondok menjadi kendala utama proses pencarian.
Sementara di bagian teli banyak carang bambu yang memungkinkan menjebak tubuh korban.
Upaya manuver perahu karet terus dilakukan di area yang dalam, agar jika korban tenggelam di bawahnya bisa terangkat ke permukaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tim-SAR-dengan-perahu-karet-menyisir-Sungai-Bodeng-di-Desa-Tiudan-Tulungagung.jpg)