HIV/AIDS Menyerang Pelajar Bondowoso, Penularan Dari Hubungan Sesama Jenis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mencatat hingga tahun 2025 terdapat sekitar 1.000 orang di wilayahnya yang positif HIV/AIDS

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Ndaru Wijayanto
aceh.kemenag.go.id
HIV - Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr. Arid Sudibyo saat dikonfirmasi awak media di tengah acara peringatan Hari Kesehatan Nasional, pada Minggu (7/12/2025) kemarin. Dinkes mencatat hingga kini jumlah warga Bondowoso positif HIV mencapai 1.000 orang. 

 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Bondowoso mencatat sekitar 1.000 warga positif HIV/AIDS hingga 2025, dengan penularan utama melalui hubungan seksual.
  • Kasus juga ditemukan pada warga yang bekerja di luar kota dan pada pelajar, termasuk penularan melalui hubungan sesama jenis (LSL).
  • Usia paling dominan yang positif HIV adalah usia produktif, yaitu dewasa.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca ari pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mencatat hingga tahun 2025 terdapat sekitar 1.000 orang di wilayahnya yang positif HIV/AIDS. Jumlah ini merupakan akumulasi sejak kasus pertama kali ditemukan hingga saat ini.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Arif Sudibyo, penyebab paling banyak penularan HIV/AIDS yakni hubungan seksual.

Kemudian, warga Bondowoso yang bekerja ke luar kota, kemudian terjangkit di sana. Namun jumlahnya tidak banyak.

“Biasanya kerja di luar, sakit, di sana sakit parah, karena tidak ada yang merawat kemudian pulang ke Bondowoso,” paparnya dikonfirmasi Senin (8/12/2025).

Menurutnya, ada juga pelajar yang positif HIV/AIDS. Penularan di kalangan terjadi karena hubungan sesama jenis atau LSL (Lelaki Seks Lelaki).

“Sementara usia paling dominan positif HIV adalah usia produktif. Yakni usia dewasa,” ujarnya.

Baca juga: 197 Kasus Baru HIV di Gresik Didominasi dari Hubungan Sesama Jenis

Dinas Kesehatan kini sedang meningkatkan cakupan screening terhadap penyebaran HIV. Targetnya 13 ribu orang yang discreening. Meski, jumlahnya saat ini sudah mencapi 14 ribuan lebih.

Termasuk, screening bagi calon pengantin dan ibu hamil untuk mendeteksi dini penyebaran HIV.

“Juga dibantu screening pendonor darah yang ada di PMI (Palang Merah Indonesia), bisa melihat ada kasus atau tidak” paparnya.

Upaya lain, kata Arif adalah melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi ke sekolah.

“Karena sekolah ini menjadi generasi penerus,” pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved