197 Kasus Baru HIV di Gresik Didominasi dari Hubungan Sesama Jenis

Angka kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Gresik pada tahun 2025

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
KASUS BARU HIV - Angka kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Gresik pada tahun 2025 masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga November 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mencatat 197 kasus baru HIV yang didominasi dari hubungan sesama jenis 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Gresik mencatat 197 kasus baru HIV sepanjang Januari–November 2025, angka ini masih tinggi namun menurun dibanding tahun 2024.
  • Faktor risiko penularan beragam, namun paling dominan berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
  • Upaya pencegahan diperkuat melalui mobile clinic, tes HIV calon pengantin, skrining ibu hamil, serta perluasan layanan PDP HIV di rumah sakit dan puskesmas

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Angka kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Gresik pada tahun 2025 masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga November 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mencatat 197 kasus baru HIV.

"Penemuan kasus baru HIV tahun 2025 sebanyak 197 pasien," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Whardani, Selasa (2/12/2025).

Meski angka tersebut masih tinggi, Dinkes Gresik mencatat adanya penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kasus baru HIV tahun ini lebih rendah dari pada tahun 2024," tambahnya.

Didominasi Kelompok LSL

Faktor risiko yang memicu penularan HIV di Gresik beragam. Mulai dari pasangan dari ODHIV, pasien dengan infeksi menular seksual, hingga pelanggan pekerja seks. Namun yang paling dominan berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).

Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, Ada 18 Calon Pengantin dan 5 Ibu Hamil di Kabupaten Magetan Positif Kasus HIV

"Dari faktor resikonya yang paling banyak dari LSL," terangnya.

Untuk menekan penularan, Dinkes Gresik memperkuat berbagai strategi pencegahan. Mulai dari penemuan kasus sedini mungkin melalui mobile clinic pada populasi kunci, tes HIV bagi calon pengantin, hingga skrining rutin untuk ibu hamil.

Layanan pendampingan, dukungan, dan pengobatan (PDP) HIV juga diperluas di rumah sakit dan puskesmas agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan dan terapi.

"Peningkatan penjangkauan pada populasi kunci LSL, waria, PSK, dan penasun dalam upaya pencegahan penularan HIV termasuk penjangkauan bagi pasien LFU," tegasnya.

Baca juga: 29 Pelaku Pesta Asusila Sesama Jenis Positif HIV, Semuanya Berasal dari Luar Kota Surabaya

Dinkes Gresik juga mengoptimalkan skrining HIV pada pasien TB, pasien IMS, serta populasi kunci berisiko tinggi lainnya. Upaya notifikasi pasangan turut dilakukan untuk mempercepat identifikasi kontak erat yang berpotensi tertular.

"Melaksanakan notifikasi pasangan kepada orang yang memiliki kontak secara langsung dan memiliki risiko untuk tertular HIV dari orang yang sudah terdiagnosis HIV," tandasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dinkes Gresik berharap angka penularan HIV bisa terus ditekan dan masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya deteksi dini serta perilaku seksual yang aman.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved