Wisata di Jawa Timur

Mengenal Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Berbasis Konservasi Terumbu Karang Nelayan Lokal

Bangsring Underwater, atau dikenal dengan nama Bunder, merupakan ekowisata berbasis konservasi terumbu karang.

Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Dok Bangsring Underwater
WISATA JATIM - Wisata bawah air Bangsring Underwater, di Desa Bangsring, Kecamtan Wongsorejo, Banyuwangi. 

Ringkasan Berita:
  • Bangsring Underwater merupakan ekowisata berbasis konservasi terumbu karang.
  • Lokasinya berada di perairan Selat Bali, tepatnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
  • Obyek wisata ini merupakan wisata bahari yang berbasis edukasi dan konservasi.

TRIBUNJATIM.COM - Mengenal tempat wisata di Jawa Timur bernama Bangsring Underwater.

Lokasinya ada di Banyuwangi, merupakan ekowisata terumbu karang karya nelayan lokal.

Bangsring Underwater, atau dikenal dengan nama Bunder, merupakan ekowisata berbasis konservasi terumbu karang.

Obyek wisata ini menyajikan daya tarik alam bawah laut berupa terumbu karang yang tumbuh secara alami maupun buatan, sebagai habitat berbagai jenis ikan. 

Berada di perairan Selat Bali, tepatnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pemandangan alam bawah laut Bangsring Underwater tidak perlu diragukan lagi. 

Pendiri dan Pengelola Bangsring Underwater, Ikhwan, mengatakan bahwa obyek wisata ini merupakan wisata bahari yang berbasis edukasi dan konservasi. Menariknya, obyek wisata ini dikelola oleh kelompok nelayan lokal. 

“Semua anggota tim yang terlibat adalah kelompok nelayan. Jadi, wisata ini merupakan hasil produk dari upaya konservasi yang dilakukan oleh kelompok nelayan,” terangnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Belasan Kapal Pesiar Sandar di Surabaya Sepanjang 2025, Tanjung Perak Jadi Primadona Wisata Dunia

Ia menuturkan, kelompok nelayan tersebut telah dibentuk sejak 2008 lalu. Namun, Bangsring Underwater secara resmi didirikan pada 2014. 

Selain untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar yang mayoritas menggantungkan hidup dari laut, Bangsring Underwater juga bertujuan untuk menciptakan tempat wisata berbasis konservasi. 

Pengunjung yang datang ke Bangsring Underwater, tidak hanya mendapatkan kebahagian dari keindahan alam. Lebih dari itu, pengunjung juga mendapatkan ilmu pengetahuan untuk menjaga alam tersebut. 

Bangsring Underwater ternyata pernah memiliki cerita kelam. Berdasarkan informasi dari Kompas.com, Sabtu (28/8/2021), sebelum tahun 2008 ekosistem bawah laut kawasan ini sempat mengalami kerusakan parah. 

Kala itu, nelayan lokal masih menggunkan bom ikan dan potas untuk menangkap ikan. Selain itu, pengambilan terumbu karang juga terus dilakukan.

Hingga pada tahun 2008, sekelompok nelayan mulai menyadari apa yang dilakukan selama ini salah. Alam rusak dan ikan pun menghilang. 

Hal tersebut diperkuat dari informasi dalam situs Bangsring Underwater. Sebelumnya, banyak terumbu karang rusak karena bom ikan yang dipakai oleh nelayan. 

Namun, setelah menyadari kesalahan tersebut serta berkat kerja keras dari nelayan, perairan yang berada di Desa Bangsring ini berhasil disulap menjadi kawasan konservasi laut yang dilindungi. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved