Padahal Baru Dibangun, Granit Lantai Alun-alun Lumajang Lepas hingga Retak

Kualitas material bangunan pedestrian Alun-alun Lumajang yang diketahui baru saja rampung direvitalisasi disorot masyarakat. 

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Erwin Wicaksono
Warga berjalan santai menikmati sore hari di Alun-alun Lumajang. Bupati Lumajang, Indah mengaku mendapat laporan adanya granit alun-alun yang perlu diperbaiki. 
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat menyoroti kualitas granit di pedestrian Alun-alun Lumajang yang retak dan lepas setelah revitalisasi senilai Rp 4,5 miliar, selesai Desember 2025.
  • Bupati Indah Amperawati menegaskan granit yang retak hanya sebagian kecil, sekitar 5–6 biji dari total 3.200 meter persegi
  • Pengunjung menyarankan penambahan tempat sampah karena jumlah yang ada terlalu sedikit dan jaraknya jauh dari area pedestrian.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kualitas material bangunan pedestrian Alun-alun Lumajang yang diketahui baru saja rampung direvitalisasi disorot masyarakat. 

Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar mengaku mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya lantai granit yang retak hingga lepas di kawasan pedestrian Alun-alun Lumajang

Diketahui Alun-alun Lumajang ditargetkan rampung pada Desember 2025. Pemkab Lumajang sebelumnya menganggarkan Rp 4.5 miliar untuk revitalisasi alun-alun. 

"Saya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada granit yang di pedestrian ini loh lepas satu, dua gak sampai 10 lah. Tapi kan terus jadi omongan," beber Indah di Lumajang dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025). 

Indah menambahkan telah mengajak rekanan pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Lumajang untuk mengecek kondisi bangunan. 

"Ini kita cek satu persatu, saya ajak konsultan pengawasnya. Ini masih masa pemeliharaan jadi rekanannya juga gak lari dan bertanggung jawab juga," katanya. 

Baca juga: Bazar Ikan Murah Meriah di Lumajang, Tuna Rp 40 Ribu per Kilogram

Setelah dicek, granit yang retak ditemukan lebih dari 5 granit tersebar di sejumlah titik pedestrian pejalan kaki. 

"Soalnya kan belum selesai saja masyarakat sudah pada datang, jadi belum kering sudah dinjak-injak. Salah satunya, tapi ya gak semua. Dari 3.200 meter persegi yang retak paling 5 sampai 6 (granit)," ungkapnya. 

Indah turut menyoroti perilaku warga yang perlu diperbaiki ketika mengunjungi alun-alun. Terutama soal kebersihan. 

"Sebenarnya yang paling penting adalah masyarakat menjaga betul kebersihan pengunjung alun-alun ini," beber Indah. 

Ia turut menyayangkan adanya pengunjung yang menumpahkan kopi di granit sehingga membuat kotor kawasan alun-alun. 

Baca juga: Perbaikan Alun-alun Lumajang yang Telan Biaya Rp4,5 M Mendekati Selesai, Ada Fasilitas Air Minum

"Ke alun-alun itu mau ngapain sih? Kan mau refreshing, menghirup udara segar, menikmati alun-alun. Makanya ayo kita sama sama merasa memiliki jangan buang sampah sembarangan. Habis minum kopi jangan dibuang di lantai granitnya. Saya perintahkan dipel. Kan kasian ngepel 3.200 meter persegi," tandasnya. 

Di sisi lain, Ida pengunjung Alun-alun Lumajang menyarankan agar jumlah tempat sampah ditambah. Ia menuturkan harus berjalan cukup jauh mencari tempat sampah. 

"Tempat sampahnya kurang. Saya waktu Main ke alun-alun pintu Utara pas depan pemkab, cari tempat sampah sangat jauh. Untung saya orangnya bisa jaga kebersihan Akhirnya sampah tak bawa ke mobil terus ke rumah," jelas Ida. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved