Bupati Lumajang Tutup Pangkalan LPG, Kedapatan Timbun 1.000 Tabung Gas Subsidi

Pangkalan tabung gas elpiji 3 kilogram Bagong Sumarno di Dusun Kebonsari Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, resmi ditutup

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
DITUTUP - Bupati Indah Amperawati bersama Pertanian tutup pangkalan elpiji melon di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026) Pangkalan ini diduga telah menimbun 1000 tabung elpiji melon kosong. 
Ringkasan Berita:
  • Pangkalan diduga menimbun hingga 1.000 tabung elpiji 3 kg 
  • Melebihi batas kuota yang seharusnya hanya 200 tabung (distribusi dan stok) 
  • Pemkab minta penindakan tegas hingga dugaan oplosan gas subsidi

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sebuah pangkalan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang ditutup oleh Pertamina setelah diduga menimbun hingga 1.000 tabung gas subsidi di tengah kelangkaan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Pangkalan Bagong Sumarno di Dusun Kebonsari Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur resmi ditutup Pertamina, Sabtu (11/4/2026).

Hal tersebut karena pangkalan ini diduga telah menimbun elpiji melon hingga 1000 tabung ditengah kelangkaan yang sedang terjadi di Kota Pisang.

Penutupan dilakukan langsung Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Sales Brand Manager Pertamina Patra Niaga.

"Tadi sudah ditempel bukti PHU (Pemutusan Hubungan Usaha). Hal ini setelah kami dapat aduan adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram," ujarnya.

Baca juga: Atasi Kelangkaan, Pemkab Lumajang Tetapkan Harga Elpiji 3 Kg di Pengecer Maksimal Rp20 Ribu

Langgar Kuota, Timbun Hingga 1.000 Tabung

Menurutnya, hal itu karena pangkalan ini memiliki 1000 tabung, padahal batas kuota maksimal yang ditentukan Pertamina cuma 100 tabung.

"Kewenangan pangkalan itu 100 tabung itu untuk didistribusi dan 100 tabung untuk stok. Tapi yang terjadi di pangkalan ini ketika staf saya datang itu sekitar 1000 tabung," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah.

Baca juga: Pertamina Sanksi 5 Pangkalan Nakal di Lumajang: Pasokan Dihentikan Akibat Dugaan Penimbunan LPG

Atas insiden ini, Indah memperingatkan kepada agen maupun pangkalan untuk tidak bermain main terhadap elpiji bersubsidi, sebab hal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

"Pemerintah memberikan subsidi ini untuk rakyat, jangan dibuat main-main. Siapapun yang menzolimi hati rakyat, saya tidak segan segan untuk di garda terdepan," bebernya.

Bupati Tegaskan Jangan Mainkan Subsidi

Mengingat, kelangkaan elpiji yang berlangsung tiga pekan di Kabupaten Lumajang sangat luar biasa. Kata Indah, harga penjualannya pun juga sudah tidak masuk akal.

"Mulai Rp 24 ribu, Rp 25 ribu bahkan didaerah terpencil ada yang dijual sampai Rp 35 ribu. Ini sudah sangat diluar nalar," ucapnya.

Indah juga meminta Polres Lumajang menindak lanjuti kasus ini, sebab banyak pangkalan dan agen juga melakukan oplosan tabung gas elpiji subsidi untuk jadi non subsidi.

"Pengisian gas 12 kilo itu adalah hasil pemindahan gas dari tabung subsidi. Dan ini juga dilakukan oleh beberapa agen dan pangkalan. Saya sampaikan hari ini segera hentikan, pak Kapolres tidak main-main," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved