Cuaca Ekstrem masih Membayangi, Pemkab Lamongan Perpanjang Status Masa Tanggap Darurat Banjir
Pemerintah Kabupaten Lamongan memperpanjang status masa tanggap darurat banjir di Lamongan, Jawa Timur, selama dua pekan ke depan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Pemkab Lamongan memperpanjang status tanggap darurat banjir.
- Terdapat 5 kecamatan yang terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero, yang meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah.
- Banjir hingga kini masih bertahan karena intensitas hujan yang berada jauh di atas rata-rata normal.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperpanjang status masa tanggap darurat banjir di Lamongan, Jawa Timur, selama dua pekan ke depan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Ery S Rosidi mengatakan, status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari kalender, terhitung mulai tanggal 12-26 Januari 2026.
Status tanggap darurat diperlukan agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara maksimal.
“Penetapan status tanggap darurat ini untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran demi keselamatan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Perpanjangan status tanggap darurat ini diambil sebagai respons atas kondisi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Lamongan.
Lima kecamatan yang terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, dan Glagah.
Dari keseluruhan wilayah tersebut, Kecamatan Kalitengah menjadi daerah dengan luasan sawah dan tambak terendam paling besar.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat, berdasarkan rekapitulasi dari lima kecamatan terdampak, tercatat sebanyak 2.105 rumah yang dihuni oleh 2.330 KK atau 8.334 jiwa, terendam banjir.
Akibat banjir tersebut, kerugian besar dialami para petambak.
Sementara ruas jalan poros yang terendam total sepanjang 14,232 kilometer dan 17,247 kilometer jalan lingkungan.
Baca juga: Banjir di Lamongan Tak Kunjung Surut, Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Terdampak Melonjak Naik
Ery S Rosidi mengatakan, banjir akibat luapan Bengawan Jero yang terjadi sejak akhir tahun 2025 hingga awal Januari 2026 telah berdampak signifikan terhadap sektor pertanian.
"Tercatat lebih dari 31.000 hektare lahan sawah dan tambak di lima kecamatan terendam banjir," kata Ery.
Pemkab Lamongan bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan pemantauan lapangan, penyaluran bantuan kepada warga terdampak, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.
Menurut Ery, banjir masih bertahan karena intensitas hujan yang berada jauh di atas rata-rata normal.
banjir di Lamongan
Ery S Rosidi
Sungai Bengawan Jero
cuaca ekstrem
Kecamatan Glagah
TribunJatim.com
Berita Lamongan Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
| Sosok Ahmad Bahar, Penulis Buku Gibran The Next President Tuding Putrinya Disandera GRIB Jaya |
|
|---|
| Profil Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026, Ambisi Les Elephants Putus Kutukan Fase Grup |
|
|---|
| Pria Nekat Serang Ayah dan Tetangganya usai Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Riwayat Pelaku Disorot |
|
|---|
| Gagal Menyalip di Depan Makam Rangkah Surabaya, Nenek Asal Sidoarjo Tewas Terlindas Truk Tronton |
|
|---|
| Profil Timnas Selandia Baru, Dominasi Oseania Jadi Modal All Whites Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/BANJIR-DI-LAMONGAN-Banjir-di-Jalan-Sumlaran-Karanggeneng-Ponpes-Matholiul-Anwar-Lamongan.jpg)