Berita Tuban
Pengakuan Ali Operator SPBU Tuban yang Dipukuli ASN, Padahal Hendak Melerai
Salah satu operator SPBU, Ali Nasroh (32), warga Kecamatan Bangilan, menceritakan awal mula terjadinya dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Ali Nasroh dan sejumlah operator SPBU menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum ASN berinisial J (53) yang kini telah diamankan Polres Tuban.
- SPBU di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, menjadi lokasi insiden yang terjadi saat proses pengecekan stok BBM.
- Keributan berujung penganiayaan, dipicu antrean pengisian BBM yang sempat dihentikan sementara, menyebabkan empat pegawai SPBU luka, satu di antaranya mengalami cedera berat.
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Salah satu operator SPBU, Ali Nasroh (32), warga Kecamatan Bangilan, menceritakan awal mula terjadinya dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di sebuah SPBU di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Selasa (10/2/2026).
Ali menuturkan, peristiwa itu bermula saat dirinya tengah melakukan prosedur pengecekan stok bahan bakar minyak (BBM).
Dalam proses tersebut, penjualan BBM harus dihentikan sementara selama sekitar dua hingga tiga menit.
“Waktu itu saya sedang mengecek stok. Karena prosedur, penjualan memang kami hentikan sebentar,” ujarnya.
Setelah pengecekan selesai dan mesin kembali beroperasi, salah satu operator SPBU melayani kendaraan roda dua yang lebih dahulu mengantre. Namun, tak berselang lama, datang sebuah mobil yang hendak mengisi BBM jenis Pertamax. Dari dalam mobil, pengendara tersebut memanggil-manggil operator.
Baca juga: ASN yang Aniaya 4 Pegawai SPBU Diringkus Polisi saat di Rumahnya
“Operator sempat dipanggil-panggil oleh pengendara mobil itu. Ditanya apa saya kurang tahu,” imbuhnya.
Situasi kemudian memanas dan terjadi cekcok antara VPF (23), operator SPBU asal Kecamatan Soko, dengan pengemudi mobil hitam tersebut.
Melihat keributan itu, Ali mencoba mendekat untuk melerai sekaligus mempertanyakan permasalahan yang terjadi. Namun, upaya tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan.
“Saat saya datang untuk menanyakan perkaranya, justru terjadi kemarahan dari pelaku dan saya ikut menjadi korban,” bebernya.
Akibat kejadian tersebut, empat orang pegawai SPBU mengalami luka, termasuk Ali sendiri.
Namim korban yang mengalami luka paling parah, yakni Prasodjo, yang harus mendapatkan perawatan medis akibat cedera berat.
“Yang paling parah itu Pak Prasodjo. Informasinya tulang hidungnya patah dan bagian kaki mengalami pergeseran,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Ali dan rekan-rekannya berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara adil dan tuntas.
“Harapan kami, pelaku benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku, secara adil dan benar-benar beres,” pungkasnya.
Diketahui saat ini Satreskrim Polres Tuban telah mengamankan terduga pelaku berinisial J (53), warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, di kediamannya tanpa perlawanan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Wanita Paruh Baya Tak Berkutik saat Ditangkap Warga di Pasar di Tuban, Diduga Edarkan Uang Palsu |
|
|---|
| Pesisir Tuban Masuk Proyek Giant Sea Wall, Bancar hingga Sukolilo Rawan Abrasi |
|
|---|
| Pasang Totem SPBU, Pekerja di Tuban Malah Kehilangan Nyawa, Tubuh Kejang Tersengat Listrik |
|
|---|
| Duduk Perkara Pengeroyokan Sadis di Tuban, Bermula dari Motor yang Tak Dikembalikan |
|
|---|
| Polemik Penggembokan Gerbang Kwan Sing Bio Tuban Terulang, Go Tjong Ping: Saya Tidak Tahu Pelakunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Penganiayaan-Ali-Nasrih-32-operator-SPBU-asal-Kecamatan-Bangilan-saat.jpg)