Berita Viral

Jual Rumah dan Resign, Diah Dirikan Sekolah SLB, Alumninya Diterima di UGM hingga UB

Diah Maria Asih mendirikan sebuah sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) setelah memutuskan resign dari RS dan menjual rumahnya.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
KOMPAS.com/JACK ROBBY DAMARJATI
DEDIKASI - Diah Maria Asih sedang berinteraksi dengan salah satu siswa berkebutuhan khusus, Kamis (12/02/2026). Wanita ini resign dan menjual rumah demi mendirikan sebuah sekolah SLB bagi anak ABK. 

Ringkasan Berita:
  • Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi fokus Diah
  • Diah adalah mantan pekerja di Rumah Sakit yang pilih resign dan menjual rumahnya demi mendirikan sekolah
  • Kini ia sudah memiliki 14 guru dan ribuan murid, ada banyak yang menjadi alumni berprestasi

 

TRIBUNJATIM.COM - Bangunan sederhana menyimpan kisah tentang perjuangan pendirinya agar bisa melanjutkan dedikasi untuk pendidikan.

Bangunan sederhana itu berada di sudut Perum Larangan Mega Asri, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Berdiri sebuah bangunan menyimpan kisah tentang kasih sayang tanpa batas.

Di tempat itu, pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tak pernah diukur dengan angka rupiah, melainkan dengan empati dan keyakinan bahwa setiap anak berhak atas masa depan.

Sekolah Luar Biasa Nabighah

Bangunan itu adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) Nabighah.

Sosok di baliknya, Diah Maria Asih, memilih jalan yang tak banyak orang berani tempuh.

Sejak 2008, perempuan yang sebelumnya berkarier di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya itu memutuskan “banting setir”.

Ia meninggalkan kenyamanan pekerjaannya demi mendirikan sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga prasejahtera.

Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Saat melakukan penelitian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Sidoarjo, Diah mendapati kenyataan yang membuat hatinya terenyuh.

Banyak anak telantar tanpa penanganan dan pendidikan yang layak, hanya karena orangtua mereka tak sanggup membayar biaya sekolah.

“Sayang kalau anak-anak itu sampai tidak bisa mendapatkan pendidikan, karena keterbatasan ekonomi orangtuanya,” ungkap Diah saat ditemui di sekolahnya, Kamis (12/2/2026).

Jual rumah dan biaya semampunya

Berangkat dari kegelisahan itu lahir tekad. Ia bahkan menjual rumahnya di Surabaya demi merintis sekolah tersebut.

“Kalau tidak ada yang peduli, gimana nasib mereka,” tuturnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved