Kecelakaan di Ngawi
Tragedi Dini Hari di Ngawi: Kakek 72 Tahun Tewas Tertemper KA Mutiara Selatan
Suasana di wilayah Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (19/2/2026) dini hari mendadak berubah mencekam setelah seorang kakek berinisial S
Penulis: Taufiqur Rohman | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Identitas Korban: Kakek berinisial S, usia 72 tahun.
- Lokasi Kejadian: KM 182+5 petak jalan Geneng–Magetan, Ngawi.
- Waktu: Kamis, 19 Februari 2026, dini hari.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Taufiqur Rochman
TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Suasana di wilayah Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (19/2/2026) dini hari mendadak berubah mencekam setelah seorang kakek berinisial S ditemukan tak bernyawa di sekitar rel kereta api.
Korban diduga tertemper kereta yang melintas di KM 182+5 petak jalan Geneng–Magetan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian bergegas melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Mendapat laporan itu, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jenazah.
Baca juga: Awal Ramadan 1447 H Tunggu Penetapan Pemerintah, Hilal di Ngawi Belum Teramati
Kronologi Kejadian dan Evakuasi
Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, membenarkan peristiwa kakek tertemper KA tersebut.
Ia menjelaskan, kakek 72 tahun itu tertemper KA Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabaya Gubeng.
Saat ini jasad korban telah dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeroto, Ngawi untuk keperluan visum.
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dugaan sementara, korban sengaja untuk mengakhiri hidup.
“Kami masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga terkait kondisi psikologis korban sebelum kejadian,” ucapnya.
Pasca kejadian, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari angkat bicara mengenai insiden maut tersebut.
Ia mengatakan masinis yang bertugas dalam perjalanan KA Mutiara Selatan tersebut telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai SOP.
Namun, rangkaian kereta terpaksa berhenti luar biasa (BLB) guna keperluan pemeriksaan kondisi rangkaian.
“Masinis meminta izin Berhenti Luar Biasa (BLB) di Km 181+6 untuk pemeriksaan rangkaian, Alhamdulillah rangkaian kereta dinyatakan aman dan dapat melanjutkan perjalanan kembali," kata Tohari dalam siaran pers.
Baca juga: Minim Polusi Cahaya, Bukit Kerek Indah Ngawi Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Awal Ramadan
| Pikap Muatan Lele Oleng Tabrak Warung di Paron Ngawi, 4 Orang Luka-Luka Dilarikan ke RS |
|
|---|
| Truk Tangki Terobos Lampu Merah di Ring Road Timur Ngawi, Pemotor Wanita Tewas Terlindas |
|
|---|
| Pengemudi Hilang Kendali, Daihatsu Taruna Tetiba Tabrak Palang Pintu KA di Ngawi hingga Terguling |
|
|---|
| Nekat Menyalip, Bus Mira Hantam Pemotor di Jalur Ngawi-Mantingan, 1 Korban Dilarikan ke RS |
|
|---|
| Adu Banteng Truk Boks vs Honda Beat di Ngawi, Pengendara Motor Alami Luka Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kakek-berumur-72-tahun-tertemper-kereta-api.jpg)