Satlantas Ponorogo Catat Ribuan Tilang Selama Operasi Semeru 2026, Mayoritas Pelajar
Satlantas Polres Ponorogo mencatat total 19.839 teguran dan tilang kepada pelanggar lalu lintas
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Total 19.839 teguran dan tilang selama Operasi Keselamatan Semeru 2026.
- 75 persen pelanggar merupakan pelajar atau di bawah umur.
- Pelanggaran terbanyak karena tidak memiliki SIM dan tidak memakai helm.
Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Operasi Keselamatan Semeru 2026 resmi ditutup pada Minggu (15/2/2026).
Selama dua pekan pelaksanaan, terhitung sejak Senin (2/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026),
Satlantas Polres Ponorogo mencatat total 19.839 teguran dan tilang kepada pelanggar lalu lintas.
“Total ada 19.839 teguran dan tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement atau Tilang Elektronik) maupun non ETLE. 75 persennya pelajar,” ungkap Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, Jumat (20/2/2026).
AKP Dewo merinci 19.839 itu untuk tilang ETLE sebesar 480, non ETLE 1.452. Kemudian teguran sebanyak 17.907. Sehingga total 19.839.
Baca juga: Bukannya Perbanyak Ibadah, Remaja di Ponorogo Malah Terlibat Perang Sarung, Polisi: Diadukan ke 110
Rincian Tilang dan Teguran
“Dari 19.839 teguran maupun tilang itu, 19.759 merupakan sepeda motor. Disusul mobil pikap 38, truk 24 dan mobil penumpang ada 18,” katanya.
Dari 19.839 itu, 15.256 adalah pelajar atau dibawah umur. “Jika dipersentasekan 75 persen lebih,” tambah AKP Dewo kepada Tribunjatim Network.
Baca juga: H-1 Penutupan, Kursi Sekda Ponorogo Masih Sepi Peminat: Belum Ada Satu Pun Pendaftar yang Submit
Sisanya, ada karyawan swasta sebanyak 3.759, Mahasiswa sebanyak 259, Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 168 orang. Kemudian ada pedagang, pengemudi, buruh tani dan lain-lain.
“Pelanggaran paling banyak memang mereka tidak memilik SIM. Namun juga ada yang tidak menggunakan helm maupun melawan arus,” paparnya.
Pelanggaran Terbanyak Tidak Memiliki SIM
Menurutnya, tegurannya ada belasan ribu lantaran Satlantas Polres Ponorogo mengutamakan kegiatan yang bersifat representatif dan preventif.
“Jadi, kita melaksanakan himbauan dulu ke masyarakat, lalu teguran secara lisan bahwasanya penggunaan kendaraan bermotor harus dengan kelengkapan yang tertib,” ucapnya.
Imbauan untuk Orang Tua
Dia mengimbau untuk orang tua untuk tidak melepas anaknya berkendaraan sendiriZ. Tetap mengantarkan anaknya baik ke sekolah maupun ke lokasi yang lain.
“Himbauan kepada orang tua agar tetap mengingat anaknya yang belum cukup umur dalam berkendara sehingga bisa diberikan nasihat agar setelah cukup umur monggo, bisa menggunakan kendaraan bermotor. Jika belum cukup umur, silakan untuk diantar sampai ke sekolah agar selamat,” pungkasnya.
Satlantas Polres Ponorogo
Operasi Keselamatan Semeru 2026
AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma
Berita Ponorogo hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| KPK Keluar dari Gedung Terpadu Ponorogo Usai Penggeledahan Selama 8 Jam, Bawa 3 Koper |
|
|---|
| PCNU dan DPRD Surabaya Perkuat Sinergi, Bahas Pembangunan hingga Ekonomi Umat |
|
|---|
| Lima Oleh-oleh Khas Ngawi yang Wajib Dibeli, dari Sambel Pecel hingga Cokelat Tempe yang Memikat |
|
|---|
| Rekomendasi Lima Wisata Hutan di Surabaya, Destinasi Hijau nan Sejuk untuk Melepas Penat |
|
|---|
| Profil Timnas Austria di Piala Dunia 2026, Generasi Emas Das Team Siap Jadi Kuda Hitam di Era Ralf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/operasi-keselamatan-semeru-ponorogo-pakai-reog.jpg)