Berita Ponorogo

Bukannya Perbanyak Ibadah, Remaja di Ponorogo Malah Terlibat Perang Sarung, Polisi: Diadukan ke 110

Sejumlah remaja di Ponorogo terciduk polisi bakal “perang sarung” di Alun-alun Ponorogo, Jatim, Kamis (19/2/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Januar
Tribun Jatim Network
TERCIDUK - Pamapta Polres Ponorogo, Ipda Nino saat melakukan sosialisasi terhadap remaja yang terindikasi mau perang sarung di Alun-Alun Ponorogo, Jumat (20/2/2026). Sejumlah remaja di Ponorogo terciduk polisi bakal “perang sarung” di Alun-alun Ponorogo, Jatim, Kamis (19/2/2026) malam. Ini setelah adanya aduan masuk ke call center 110. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah remaja di Alun-alun Ponorogo, Jatim, Kamis (19/2/2026) malam, terpantau hendak melakukan perang sarung.
  • Polisi dari Pamapta Polres Ponorogo segera menindaklanjuti laporan masyarakat melalui call center 110.
  • Polisi memberikan himbauan agar remaja tidak melanjutkan aktivitas tersebut. Jika eskalasi meningkat, orang tua dan pihak sekolah akan dipanggil untuk memberikan bimbingan, mengingat pelaku masih di bawah umur.

 

Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Pramita Kusumaningrum 


TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sejumlah remaja di Ponorogo terciduk polisi bakal “perang sarung” di Alun-alun Ponorogo, Jatim, Kamis (19/2/2026) malam.

Ini setelah adanya aduan masuk ke call center 110.

“Jadi semalam pun sudah ada pengaduan dari masyarakat ke Polres Ponorogo melalui aduan 110,itu ada yang sudah mulai melakukan perang sarung,” ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Jumat (20/2/2026).

Dia menjelaskan pasca ada laporan masuk ke call Center yang menginformasikan bahwa

ada kelompok anak mau atau terindikasi perang sarung di Alun-alun Ponorogo,

“Begitu didatangi dari Pamapta Polres Ponorogo, indikasinya memang mereka berkumpul, ada sarungnya, masyarakat itu melapor, begitu kita datangi dari dari Pamapta Polres dan hal itu bisa kita cegah, masih anak dibawah umur,” katanya.

Baca juga: 10 Remaja di Lamongan Diamankan Polisi, Hendak Perang Sarung Jelang Sahur, Orang Tua Dipanggil

Mantan Waka Polres Berau Polda Kalimantan Timur (Kaltim) ini mengatakan memang baru ada satu aduan masuk. Namun tidak menutup kemungkinan itu menjadi tradisi di Ponorogo.

“Ada 3 sampai 4 remaja yang terindikasi mau perang sarung,” tambah AKBP Andin saat dikonfirmasi di Mapolres Ponorogo, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Dia menyebutkan bahwa sementara sebats himbauan. Agar remaja tersebut tidak melakukan perang sarung lantaran membahayakan.

“Tadi malam memang himbauan. Namun apabila nanti ekskalasinya meningkat tidak menutup kemungkinan akan kita panggil ortunya, akan kita panggil dari kepala sekolahnya untuk memberikan bimbingan kepada anak-anak,” ucapnya.

Memanggil orang tua maupun pihak sekolah bukan tanpa sebab. Lantaran, pelaku perang sarung rata-rata masih dibawah umur. 

“Dibawah umur itu masih perlu peran dari ortu dari pihak sekolah untuk turut serta mengawasi anak didik mereka maupun anak-anaknya itu,” tegasnya.

Tadi malam, jelas dia, yang terciduk, memang ditemukan sarung di dalam jok sepeda motor. Tidak ada batu maupun senjata tajam (sajam).

“Untuk semalam hanya sarung saja, tapi kita terima kasih kepada masyarakat Ponorogo ini sudah mulai aktif melaporkan, setiap gangguan masyarakat ke 110 dan responnya sangat cepat, dan semoga itu bisa disampaikan ke masyarakat yang lain,” pungkasnya.
 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved