Setahun Kepemimpinan Bupati Tuban: Program Belum Menyentuh Masyarakat

Pegiat pendidikan Tuban, Bambang Budiono, menilai sejumlah program dari Lindra dan Joko selama setahun ini masih sebatas permukaan

Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
SATU TAHUN - Bupati Tuban Aditya Harlindra Farizky dan Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono saat kegiatan penyerahan bantuan becak listrik di Kabupaten Tuban. Setahun kepemimpinannya berbagai tanggapan datang dari masyarakat Kabupaten Tuban. 

Ringkasan Berita:
  • Angka kemiskinan Tuban masih tinggi, masuk lima kabupaten termiskin di Jawa Timur menurut BPS.
  • Program One Village One Product (OVOP) dinilai belum mendorong UMKM secara nyata.
  • Pelayanan publik berbasis digital diapresiasi, tetapi kinerja aparatur masih perlu ditingkatkan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBANBupati Tuban Aditya Harlindra Farizky dan Wakil Bupati Joko Sarwono telah genap setahun memimpin Kabupaten Tuban, Jumat (20/2/2026).

Meski ada sejumlah inovasi dan program berbasis digital, banyak warga menilai kebijakan yang dijalankan masih belum menyentuh persoalan dasar masyarakat, seperti kemiskinan, kualitas pendidikan, dan penguatan ekonomi desa.

Sejumlah warga menilai program yang dijalankan selama setahun terakhir masih belum menyentuh masyarakat secara mendasar.

Sejak dilantik, pasangan kepala daerah ini membawa visi “Mbangun Deso Noto Kutho, Kolaborasi, Inovasi, Karya, Lanjutkan! untuk Tuban Sejahtera, Berkeadilan, Berbudaya, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut dijalankan melalui empat misi utama, diantaranya penguatan infrastruktur desa dan kota, peningkatan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), serta perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital.

Pegiat pendidikan Tuban, Bambang Budiono, menilai sejumlah program dari Lindra dan Joko selama setahun ini masih sebatas permukaan dan belum menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Menurutnya, indikator penting seperti angka kemiskinan. 

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi PADes Kepohagung Tuban Rp1 Miliar Macet: Polisi Kesulitan Cari Bukti Formil

Kritik dari Pegiat Pendidikan dan KNPI

“Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS). Tuban masih menempati lima kabupaten termiskin di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu kualitas pendidikan dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan. Sebab masih sering dijumpai kasus dan persoalan pungutan liar di sektor pendidikan serta praktek jual beli bangku sekolah.

“Pendidikan adalah syarat utama kabupaten maju. Itu harus menjadi perhatian serius,” imbuhnya.

Di sektor Ekonomi Bambang, menyinggung tentang program One Village One Product (OVOP) yang dinilai perlu diseriusi agar benar-benar mampu mendorong perekonomian desa.

“OVOP harusnya lebih diseriusi,” bebernya.

Harapan ke Depan

Meski demikian, founder Sanggar Pemuda Bergerak Plumpang ini juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam penerapan pelayanan berbasis elektronik yang dinilai memudahkan masyarakat desa 

Namun, hal tersebut patut diimbangi dengan peningkatan kinerja aparatur serta pembinaan yang lebih intensif.

Baca juga: Alokasi Pupuk Subsidi di Tuban Turun 1.574 ton, Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Sesuai

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved