Debit Air Dam Pintu Lima di Situbondo Tembus 340 Cm, Warga Sempat Panik: Ingat Trauma Banjir

Tingginya curah hujan di daerah Kabupaten Bondowoso, menyebabkan debit air di aliran sungai Sampean Lama Situbondo, meningkat

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Izi Hartono
AIR SUNGAI MENINGKAT - Petugas BPBD dan warga saat melihat air sungai Sampean Lama Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, meningkat. 

Ringkasan Berita:
  • Lokasi Utama: Dam Pintu Lima (Desa Kotakan) dan aliran Sungai Sampean Lama, Situbondo.
  • Penyebab: Kiriman air akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Bondowoso.
  • Status: Siaga (Ketinggian puncak 340 cm, mulai menyusut ke 310-300 cm).

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Tingginya curah hujan di daerah Kabupaten Bondowoso, menyebabkan debit air di aliran sungai Sampean Lama Situbondo, meningkat, Senin (24/02/2026) malam.

Bahkan debit air sungai di Dam Pintu Lima, Desa Kotakan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, terus membesar hingga mencapai ketinggian 340 centimeter.

Tingginya air di aliran sungai membuat para warga yang berada di bantaran sungai panik, karena khawatir bencana banjir bandang yang terjadi pada tahun 2008 lalu terulang kembali.

Baca juga: Hilal 1 Ramadan di Situbondo Tak Terlihat Bukan Akibat Mendung, Tenggelam Lebih Awal & di Bawah Ufuk

Trauma Banjir Bandang 2002 dan 2008

Sehingga para warga berbondong bondong mendatangi Dam Pintu Lima untuk melihat secara langsung kondisi air sungai yang teus membesar.

Namun hilir mudik para warga mulai berangsur-angsur berkurang memadati bantaran sungai Dam Pintu Lima dan dan jembatan Kembar, setelah debit air sungai mulai nenyusut hinga mencapai ketinggian 300 cm.

Salah seorang warga bernama Dadung Setia Praja Prastita mengatakan, dengan besarnya air sungai membuat warga sangat panik.

"Kenapa tidak panik,  karena sejak tadi air sungai terus naik," ujarnya.

Warga Plaosa, Kelurahan Patokan, Kexamatan Situbondo ini mengaku, dirinya dan keluarganya sudah dua kali terdampak bencana banjir bandang tersebut.

"Yakni bencana banjir yang terjadi di tahun 2002 dan 2008," jelasnya.

Sebelumnya, kata Dadung, keluarganya sempat mau mengungsi, namun kondisi air sungai mulai turun.

"Ya awalnya mau mengungsi, tapi tidak jadi karena air sungai sudah turun dan agak tenang," katanya.

Meski masih turun hujan, sambung Dadung, namun saat ini air laut tidak dalam kondisi pasang.

"Tapi kalau air laut pasang, maka saya dan keluarga sudah mengungsi," ucapnya.

Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjatno mengatakan, untuk saat ini debet air sungai sudah berangsur angsur turun, karena tingginya air sungai di Situbondo ini merupakan limpahan dari Bondowoso.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved