Ansor Jatim Dorong Sistem Rekrutmen LPDP Dievaluasi Total
PW GP Ansor Jatim mendorong evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- PW GP Ansor Jatim mendorong evaluasi total sistem rekrutmen dan arah program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
- Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, menilai tanpa afirmasi yang jelas, LPDP berpotensi lebih mudah diakses kalangan ekonomi mapan.
- PW GP Ansor Jatim juga mengecam konten viral “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” yang dibuat penerima LPDP
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PW GP Ansor Jatim mendorong evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Perbaikan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka akses yang lebih merata hingga kalangan pesantren.
Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, menyoroti persepsi publik bahwa LPDP terkesan lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu yang secara ekonomi sudah mapan.
Sebab, berbagai persyaratan yang cukup berat hanya dapat dipenuhi oleh mereka yang memiliki akses pendidikan dan fasilitas memadai.
"Jika tidak ada afirmasi dan keberpihakan yang jelas, maka yang menikmati program ini bisa jadi hanya mereka yang secara finansial sudah kuat,” ucap Musaffa Safril melalui keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Menurut Musaffa, beasiswa dari negara tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu, melainkan harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial.
Sehingga, evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program ini penting dilakukan. Tentu saja, tujuannya adalah agar dapat diakses oleh berbagai pihak.
Baca juga: Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Pamer Paspor Anak Warga Negara Inggris
Baca juga: Rangkap Jabatan Jadi Pendamping Desa, Guru Honorer Dipenjara karena Rugikan Negara Rp 118 Juta
Disisi lain, Musaffa mengungkapkan, bahwa para alumni LPDP, khususnya yang menempuh pendidikan di luar negeri juga harus dipastikan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Setiap penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan kembali dengan semangat pengabdian.
Ansor Jawa Timur juga menyayangkan dan mengecam konten viral bertajuk 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan' yang dibuat oleh seorang penerima beasiswa LPDP yang viral dalam beberapa waktu terakhir.
Konten semacam ini dinilai melukai rasa kebangsaan dan mencederai semangat nasionalisme.
Terlebih disampaikan oleh pihak yang memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara.
Lebih jauh, PW GP Ansor Jawa Timur berharap penguatan sistem pembinaan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian integral dari program beasiswa.
"Sehingga investasi negara ini benar-benar melahirkan generasi unggul yang berintegritas dan setia pada kepentingan nasional," ungkapnya.
Baca juga: Pengamat Jelaskan Dampak Narasi Orang Kaya Ngaku Pernah Hidup Miskin, Pengaruh ke Kebijakan Publik
| Kebakaran Gudang Plastik di Kedamean Gresik, Damkar Berjibaku Selama 5 Jam |
|
|---|
| Jadwal Lengkap Haji 2026 Indonesia, Jawa Timur Penyumbang Jemaah Terbanyak |
|
|---|
| Chelsea Tersungkur, Rekor Kelam Terulang Setelah 114 Tahun |
|
|---|
| Istri Ibam Menangis Suami Dituntut 15 Tahun dan Uang Pengganti Rp16 M di Kasus Chromebook |
|
|---|
| Bank Kembalikan Semua Dana Umat Rp28 Miliar yang Digelapkan Oknum Pegawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-PW-GP-Ansor-Jatim-Musaffa-Safril-saat-melaksanakan-kegiatan-internal.jpg)