DPRD Ponorogo Minta Seleksi Sekda Transparan, Kang Wie: Jangan Ada Lagi Jabatan 'Abadi'
Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno meminta untuk proses Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo berlangsung transparan.
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Konteks: Pemilihan Sekda baru pasca insiden hukum pejabat sebelumnya (Agus Pramono).
- Jumlah Kandidat: 5 orang ASN internal Pemkab Ponorogo.Lokasi Tes: BKD Provinsi Jawa Timur.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno meminta untuk proses Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo berlangsung transparan.
Hal itu disampaikan lantaran jabatan Sekda ‘abadi’ yang melekat pada Agus Pramono selama 12 tahun menjadi catatan buruk dalam tata kelola pemerintahan.
Hingga Agus Pramono diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: Korban Jiwa Ledakan Petasan Ponorogo Bertambah: Setelah 4 Hari Kritis, Satu Pemuda Meninggal di RS
Momentum Evaluasi dan Regenerasi ASN
Jabatan yang abadi itu membuat regenerasi pucuk pimpinan aparatur sipil negara (ASN) tak berjalan.
“Momentum lelang jabatan sekda menjadi evaluasi eksekutif. Harapannya nanti tetap ada regenerasi. Juga harus transparan,” ungkap Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, Jumat (6/3/2026).
Kang Wie—sapaan akrab—Dwi Agus Prayitno menegaskan durasi jabatan terlampau panjang sehingga mengubur harapan pejabat lain yang memiliki gagasan baru.
“Semua ASN yang memenuhi syarat harus diberi kesempatan yang sama,” tambah Kang Wie saat ditemui di gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-alun Timur, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Saat ditanya, apakah 5 kandidat yang mendaftar Sekda Ponorogo dan saat ini menjalani serangkain tes sudah layak? Kang Wie menilai kelimanya layak.
“Mereka memiliki latar pendidikan masing-masing, mulai dari kedinasan hingga kampus ternama. Juga telah memimpin OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” urainya.
Baca juga: Batu Tutupi Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Berhasil Dibersihkan, BPBD: Masih Perlu Dirapikan
Dengan tidak adanya calon luar kotq, Kang Wie mengaku tidak jadi masalah. “Malah mereka paham tentang Ponorogo, ini yang kami harapkan,” tegasnya.
Dia berpesan untuk proses rekrutmen berjalan transparan dan adil. Terlebih seluruh rangkaian tes ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
“Kami harapkan lelang terbuka dan transparan, apalagi sempat minim pendaftaran sekarang sudah ada lima, tentu ini perkembangan yang bagus,” pungkasnya.
Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Ponorogo telah mengumumkan 5 pendaftar yang lolos administrasi. Diketahui 5 pendaftar adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Ponorogo,
Adalah Masun (Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Henry Indrawardhana (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), Dewi Wuri Handayani (Asisten Administrasi Umum Setda Ponorogo).
Imam Basori (Inspektur) dan Agus Sugiarto (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asisten Daerah).
| Ramalan Cuaca Jatim Jumat 17 April 2026, Surabaya dan Sidoarjo Wilayah Terpanas Suhu 33 Derajat |
|
|---|
| Transformasi Budaya Kerja, Pemkot Madiun Evaluasi Efektivitas WFH ASN Setiap Hari Jumat |
|
|---|
| Pakai Rompi Tahanan KPK usai Sidang, Noel Sebut Baju Mahal Seperti Hermes Rp3 M |
|
|---|
| Sinergi Damkar dan BBKSDA: Trenggiling Dewasa Bisa Dievakuasi dari Pemukiman di Trowulan Mojokerto |
|
|---|
| Pakai Foto Editan AI, Penipu Asal Sidoarjo Diringkus Polres Mojokerto: 32 KTP Perempuan Jadi Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Ponorogo-Kang-Wie-di-Gedung-DPRD-Ponorogo.jpg)