Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine Integrasi Madin, Amalkan UU Pesantren

Peluncuran program Sekolah Sak Ngajine serentak dengan acara Nuzulul Quran dengan membaca Alquran 30 juz.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Alga W
Dok Prokopim Pacitan
LAUNCHING - Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, bersama Penasehat Forum Komunikas Diniyah Takmiliyah Provinsi Jawa Timur, KH Luqman Harist Dimyati, saat launching program Sekolah Sak Ngajine. Pemkab Pacitan meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) Integrasi Sekolah Madrasah Diniyah (Madin). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) Integrasi Sekolah Madrasah Diniyah (Madin). 

Peluncuran dilakukan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Baca juga: SPGG di Ponorogo Ternyata Belum Libatkan UMKM & Tenaga Kerja Lokal, Bunda Lisdyarita Beri Arahan

Peluncuran program Sekolah Sak Ngajine dirangkaikan dengan acara peringatan Nuzulul Quran dengan membaca Alquran 30 juz.

Acara ini akan melibatkan ratusan siswa-siswi dari sekolah formal Pacitan.

Melalui program ini, madrasah diniyah akan masuk dalam pembelajaran sekolah formal seperti pembelajaran lainnya.

Seperti belajar baca Alquran, pelaiaran fiqih dan lain sebagainya.

"Sekolah Sak Ngaiine (SSN) ini bentuk wujud pengamalan dari undang-undang pesantren," ungkap Penasehat Forum Komunikas Diniyah Takmiliyah Provinsi Jawa Timur, KH Luqman Harist Dimyati.

Gus Luqman (sapaan akrab KH Luqman Harist Dimyati) menekankan pentingnya program SSN karena selaras dengan fitrah dasar umat Islam sendiri.

Lantaran tidak dipungkiri, menurutnya, masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca kitab sucinya.

Padahal kitab suci Alquran adalah firman Allah yang menjadi sumber semua ilmu di dunia.

"SSN ini bisa menjadi pilot project karena program sepert ini baru ada di Pacitan," tambah pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyatakan bahwa program madrasah diniyah sudah dijalankan di sejumlah sekolah.

"Total ada 72 SMP baik itu negeri maupun swasta," ucap Pandu, sapaan akrabnya.

Dengan jumlah siswa 13.980 siswa. Dan pengajar sebanyak 347 ustad dan ustadzah," terangnya.

Nantinya, Madrasah Diniyah tersebut waktunya fleksibel.

"Jam fleksibel diserahkan formal dan Madrasah Diniyah. Kami serahkan ke pihak-pihak terkait," pungkas Pandu ketika dihubungi TribunJatim.com.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved