Lebaran 2026

Bukan Sekadar Gaya, Ini Sejarah dan Makna Tradisi Baju Baru Saat Lebaran

Tradisi baju baru saat Lebaran ternyata sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Bagaimana asal usulnya dan apa maknanya dalam Islam?

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Kompas.com
BELI BAJU LEBARAN - Beli baju baru menjelang Lebaran adalah tradisi yang terus ada di Indonesia. Sebelum Lebaran, masyarakat berbondong mendatangi toko busana untuk mencari pakaian yang akan dipakai di Hari Kemenangan. Tradisi ini juga didukung oleh penjual pakaian yang mengeluarkan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi membeli baju baru saat Lebaran sudah ada sejak masa kerajaan Islam di Nusantara, bahkan tercatat sejak tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten.
  • Catatan orientalis Belanda Christiaan Snouck Hurgronje pada awal abad ke-20 juga menyebut masyarakat Nusantara merayakan Idulfitri dengan hidangan, silaturahmi, dan pakaian baru.
  • Dalam Islam, memakai pakaian terbaik saat hari raya dianjurkan sebagai simbol kesucian setelah Ramadan, meski membeli baju baru bukan kewajiban agama.

 

TRIBUNJATIM.COM – Tradisi membeli baju baru menjelang Hari Raya Idulfitri sudah menjadi kebiasaan yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia.

Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan hingga toko pakaian biasanya dipadati pembeli yang ingin menyiapkan pakaian terbaik untuk dikenakan saat hari raya.

Bagi sebagian orang, mengenakan baju baru saat Lebaran dianggap sebagai bagian dari perayaan hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Meski begitu, membeli baju baru sebenarnya bukan kewajiban dalam ajaran Islam, melainkan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Dilansir dari berbagai sumber, kebiasaan membeli baju baru untuk Lebaran ternyata sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Tradisi ini bahkan tercatat dalam sejumlah catatan sejarah yang menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah melakukannya sejak masa kerajaan Islam.

Sejarah Tradisi Baju Baru Lebaran di Nusantara

Tradisi memakai baju baru saat Idulfitri telah ada sejak masa kerajaan Islam di Nusantara.

Dilansir dari kompas.com, kebiasaan tersebut disebutkan dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa tradisi menyiapkan baju baru untuk Lebaran sudah ada sejak tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten.

Pada masa itu, masyarakat Muslim di wilayah tersebut sibuk menyiapkan pakaian terbaik untuk menyambut datangnya Idulfitri.

Sebagaimana dijelaskan dalam kompas.tv, tradisi tersebut tidak hanya terjadi di Banten. Masyarakat di wilayah Kerajaan Mataram Islam, khususnya di Yogyakarta, juga memiliki kebiasaan serupa dalam menyambut hari raya.

Namun pada masa itu, hanya kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan yang mampu membeli pakaian baru.

Sementara sebagian besar masyarakat masih menjahit pakaian sendiri karena keterbatasan teknologi dan kondisi ekonomi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved