Lebaran 2026
Daftar Titik Rawan Kecelakaan yang Harus Diwaspadai saat Melintas di Pantura Tuban
Menjelang puncak arus balik Lebaran, para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Tuban diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Jalur pantura di Tuban menjadi titik rawan kecelakaan saat arus balik Lebaran, terutama di wilayah Bancar dan jalur menuju Widang karena kondisi jalan lurus dan tidak rata.
- Kecelakaan didominasi kendaraan roda dua, dengan faktor utama kelelahan seperti mengantuk dan hilang konsentrasi.
- Polisi menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan serta mengimbau pemudik untuk beristirahat dan mengutamakan keselamatan di tengah lonjakan kendaraan hingga 14.000–15.000 unit.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN– Menjelang puncak arus balik Lebaran, para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Tuban diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama saat melintas di jalur pantura.
Berdasarkan hasil pemantauan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban, mayoritas titik kerawanan kecelakaan (blackspot) di Kabupaten Tuban berada di sepanjang jalur pantura yang menjadi poros utama arus mudik dan balik.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa titik rawan pertama berada di wilayah perbatasan Tuban, Jawa Timur dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Bancar. Jalur lurus di kawasan ini, kerap memicu pengendara melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat kelelahan.
“Di wilayah Bancar ini sering terjadi kecelakaan. Jalannya lurus dan cenderung membuat pengendara memacu kendaraan lebih cepat, padahal kondisi itu justru berbahaya,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Selain itu, titik rawan lainnya berada di jalur Tuban menuju Widang. Di jalur ini, kondisi jalan yang tidak rata akibat tambalan juga menjadi faktor risiko bagi pengendara, terutama yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Pengendara harus ekstra hati-hati karena ada beberapa bagian jalan yang tidak rata. Ini bisa membahayakan, khususnya bagi kendaraan roda dua,” imbuhnya.
Baca juga: Nekat Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026, ASN di Tuban Bakal Dapat Sanksi Berat
Eko juga mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Faktor kelelahan menjadi penyebab utama, mulai dari mengantuk, hilang konsentrasi, hingga kecelakaan tunggal seperti menabrak pohon.
“Kecelakaan selama arus mudik lebaran ini masih didominasi oleh kendaraan roda dua,” bebernya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Tuban telah menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang tersebar di sejumlah titik perbatasan Ksbupaten. Sebanyak 180 personel gabungan juga disiagakan guna mengamankan arus balik Lebaran tahun ini.
Kata Eko, di pos-pos tersebut, nantinya pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan secara gratis, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan, hingga minuman.
“Kami mengimbau para pemudik agar tidak ragu memanfaatkan pos yang ada. Kalau merasa lelah atau mengantuk, silahkan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Sementara itu, untuk volume kendaraan selama puncak arus mudik dan balik, Satlantas Polres Tuban memprediksi jumlah kendaraan yang masuk maupun melintas di wilayah Tuban mencapai 14.000 hingga 15.000 unit.
Dengan meningkatnya arus kendaraan, para pemudik diharapkan lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Jika merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan agar terhindar dari risiko kecelakaan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Penumpang Angkutan Lebaran di Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Sejarah Bulan Syawal Menjadi Waktu yang Dianjurkan untuk Menikah, Sempat Dianggap Tabu |
|
|---|
| Kemacetan di Ketapang Semakin Panjang, Mencapai 15 KM, Terbentang di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit |
|
|---|
| Arus Balik Masih Tinggi, 434 Ribu Penumpang Padati Stasiun Kediri hingga Madiun Selama Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KECELAKAAN-Truk-Mitsubishi-Fuso-mengalami-kerusakan-parah-di-bagian-depan.jpg)