Berita Terpopuler

Jatim Terpopuler: Seleksi Sekda Ponorogo Mengerucut 3 Besar hingga Odong-odong Terguling

Berita Jatim terpopuler dimulai dari seleksi Sekda Ponorogo mengerucut 3 besar hingga odong-odong terguling.

Tayang:
KOLASE TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum hingga Dok Unit GAKKUM SATLANTAS POLRES MOJOKERTO
JATIM TERPOPULER - Berita Jatim terpopuler pada 30 Maret 2026 dimulai dari seleksi Sekda Ponorogo mengerucut 3 besar hingga odong-odong terguling. 

TRIBUNJATIM.COMBerita terpopuler di TribunJatim.com yang terangkum dalam Jatim Terpopuler pada Senin 30 Maret 2026.

Mulai dari seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo sudah 3 besar.

Panitia Seleksi (Pansel) Jawa Timur mengumumkan hasil 3 besar.

Selanjutnya sebuah odong-odong kecelakaan di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Akibat peristiwa kecelakaan ini, satu penumpang meninggal dan 20 korban mengalami luka-luka kini dirawat di rumah sakit dan Puskesmas.

Terakhir fenomena penyakit campak yang ternyata tidak hanya menyerang anak-anak kini patut diwaspadai.

Belakangan ini, ramai dibicarakan seorang nakes atau tenaga kesehatan yang mengalami kehilangan nyawa akibat tertular campak.

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Festival Balon Udara di Ponorogo Hingga Fasilitas Arus Balik Gratis ke Bekasi

Seleksi Sekda Ponorogo Mengerucut ke 3 Besar

Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo sudah 3 besar.

Panitia Seleksi (Pansel) Jawa Timur mengumumkan hasil 3 besar yang tertuang di pengumuman nomor : 13/PANSEL/ KAB-PO/ 2026 tentang hasil akhir seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah kabupaten Ponorogo tahun 2026,

Dikutip melalui laman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM) Ponorogo, ada tiga besar calon Sekda Ponorogo.

Tiga nama itu sesuai abjad Agus Sugiarto (Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asisten Daerah dan Plt Sekda Ponorogo)

Henry Indrawardhana (Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) dan Masun (Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah),

Sementara Imam Bashori (Inspektorat) yang sebelumnya masuk dalam 4 besar tidak lolos dalam fase uji gagasan dan wawancara.

“Tiga besar tergantung pilihan Plt Bupati Ponorogo. Kalau itu hak Plt Bupati Ponorogo untuk memilih,” ungkap Sekretaris BKPSDM Ponorogo, Suko Widodo, Minggu (29/3/2026).

Dia menjelaskan 3 besar nama lolos seleksi Sekda sudah diumumkan pada Selasa (24/3/2026). Dan rekomendasi BKN sudah turun kemudian diumumkan.

“Sesuai abjad ya, Pak Agus, Pak Henry dan Pak Masun. Itu rekomendasi dari Pansel. Siapa yang dilantik ya ditangan Plt Bupati Ponorogo,” terangnya.

Menurutnya, pada prinsipnya 3 nama yang diumumkan layak untuk menjadi Sekda Ponorogo.

Untuk pengumuman siapa terpilih semua tergantung Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita.

“Semakin cepat semakin bagus. Karena posisi Sekda Ponorogo sangat krusial untuk menyusun eselon 2 yang banyak kosong,” paparnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Baca juga: Jatim Terpopuler: BNPB Antisipasi Godzilla El Nino 2026 hingga Peternakan Ayam Skala Besar

Angkut 21 Penumpang, Odong-odong Terguling di Jalan Raya Gondang

Sebuah odong-odong kecelakaan di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Akibat peristiwa kecelakaan ini, satu penumpang meninggal dan 20 korban mengalami luka-luka kini dirawat di rumah sakit dan Puskesmas.

Kini polisi menyelidiki penyebab kecelakaan odong-odong tersebut.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama mengkonfirmasi, kendaraan bus yang dimodifikasi (odong-odong) mengangkut 21 penumpang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Jatikukuh, Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 09.00 WIB.

Kendaraan dengan Nopol S 8185 PA tersebut dikemudian oleh Sariono (53) warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri.

Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), kendaraan tersebut melaju dari arah timur ke barat di jalan menanjak.

Penyebab kecelakaan diduga kendaraan tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur, melaju tak terkendali, hingga terbalik ke sisi kiri menabrak tiang listrik.

"Dugaan penyebab kecelakaan karena faktor kelalaian pengemudi yang kurang menguasai medan jalan, khususnya pada kondisi jalan tanjakan," ujar AKP Yogie, Minggu (29/3/2026). 

AKP Yogie mengungkapkan, satu penumpang bernama Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Kecamatan Puri, meninggal dunia. 

Sedangkan, lima korban termasuk pengemudi mengalami luka ringan dan cedera otak ringan. 

"Korban telah dievakuasi mendapat penanganan medis di RS Sumberglagah," jelasnya. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

Baca juga: Jatim Terpopuler: Nasib Aipda RD yang Kejar Pemuda Tabrak Tiang hingga Bule Gendam Pemilik Toko

Dokter Muda di RSUD Diduga Meninggal Kena Campak

Fenomena penyakit campak yang ternyata tidak hanya menyerang anak-anak kini patut diwaspadai.

Belakangan ini, ramai dibicarakan seorang nakes atau tenaga kesehatan yang mengalami kehilangan nyawa akibat tertular campak.

Seorang dokter internship berinisial AMW (26) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat karena suspek campak. 

Diberitakan Kompas.com seperti dikutip TribunJatim.com via Kontan, Minggu (29/3/2026), RSUD Pagelaran mempercepat pelaksanaan vaksinasi measles-rubella (MR) bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes).

Langkah ini diambil setelah meninggalnya seorang dokter internship berinisial AMW (26) yang diduga sebagai suspek campak.

Direktur RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzy, menyampaikan bahwa pihaknya telah merampungkan pendataan status imunisasi seluruh pegawai dan tenaga medis guna menentukan kebutuhan vaksinasi lanjutan.

Selain mempercepat imunisasi MR, RSUD Pagelaran bersama Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Langkah ini mencakup penelusuran kontak erat serta pemeriksaan kondisi kesehatan seluruh karyawan rumah sakit.

Hasil sementara menunjukkan belum ada tenaga kesehatan maupun pegawai yang mengalami gejala menyerupai campak.

Dua dokter internship yang merupakan rekan sejawat almarhum juga telah diperiksa dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Selama tidak ada gejala, tidak masalah untuk kembali bertugas. Namun, kami meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengkaji standar operasional untuk menjamin keselamatan pegawai,” jelas Irvan.

BACA SELENGKAPNYA >>> 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved