May Day 2026

Peringati May Day 2026-Hardiknas, Mahasiswa Ponorogo Suarakan Keresahan Buruh dan Dunia Pendidikan 

Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan gabungan mahasiswa

Tayang:
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
AKSI DAMAI - Mahasiswa saat menyalakan lilin dan berdoa dalam refleksi May Day dan Hari Pendidikan Nasional di depang Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (1/5/2026). Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan gabungan mahasiswa di Ponorogo untuk menyuarakan berbagai keresahan sosial. Berbeda dengan kota lainnya, mahasiswa di Bumi Reog menyuarakan melalui panggung ekspresi, Jumat (1/5/2026) sore hingga malam yang ditutup dengan doa bersama 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa di Ponorogo menggelar panggung ekspresi di depan DPRD untuk memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, sebagai wadah menyuarakan keresahan sosial.
  • Mereka menyoroti isu ketenagakerjaan dan pendidikan, seperti outsourcing, ketidakpastian kerja, UU No. 6 Tahun 2023, serta kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih rendah.

 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan gabungan mahasiswa di Ponorogo untuk menyuarakan berbagai keresahan sosial.

Berbeda dengan kota lainnya, mahasiswa di Bumi Reog menyuarakan melalui panggung ekspresi, Jumat (1/5/2026) sore hingga malam yang ditutup dengan doa bersama.

Panggung ekspresi ini digelar di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Terlihat Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno turut hadir. Kang Wie, sapaan akrab, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno duduk bersama secara lesehan menikmati panggung ekspresi.

Baca juga: Penuhi Permintaan Buruh, Guberur Khofifah Janji Buka Layanan Trans Jatim di Pasuruan Tahun 2027

Pantauan Tribunjatim.com, ada 80 mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Peduli Ponorogo. Di panggung ekspresi sejumlah flayer ditempel.

Tulisan di Flayer yang terpasang beragam. Seperti “Pejabat Sejahtera, Buruh Sengsara”, “Menderita Di Tanah Yang Kaya Raya”, “Buruh Bukan Budak”

Aliansi yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus ini menyampaikan aspirasi terkait persoalan ketenagakerjaan hingga dunia pendidikan, mulai dari polemik sistem outsourcing, ketidakpastian kerja buruh, hingga kondisi guru honorer yang dinilai masih jauh dari sejahtera. 

Mereka mengekspresikan dengan membaca puisi, bernyanyi. 

Selain orasi, kegiatan juga diisi dengan refleksi bersama.

Terakhir, puluhan mahasiswa menyalakan lilin. Mereka doa lintas agama sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Ini cara kami bersuara. Agar mahasiswa mampu mengekspresikan keresahan mereka belakangan ini,” ungkap koordinator umum panggung ekspresi, Ulil Arzak, Jumat malam.

Dia menjelaskan panggung ekspresi ini menyoroti tentang hari pendidikan nasional dan May Day. Untuk buruh spesifiknya adalah undang-undang nomor 6 tahun 2023.

“Kaitannya dengan outsourcing. Undang-undang nomor 6 tahun 2023 kita anggap pasal karet menguntungkan pemilik modal atau pelaku industri. Dimana HRD bisa memecat semaunya,” paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved