Stok LPG 3 Kg di Jatim

Warga Ponorogo Keluhkan Sulitnya Cari LPG 3 Kg Pasca Lebaran

kondisi beberapa pangkalan distribusi LPG 3 kg tidak tersendat. Seperti pangkalan LPG 3 Kg Widodo di Ponorogo

Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
LANCAR - Pegawai pangkalan Widodo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim saat menata gas LPG 3 Kg. Sejumlah warga di Kabupaten Ponorogo mengaku kesulitan mencari gas LPG 3 Kg. Beberapa bahkan mengaku menebus sampai Rp 32 ribu per tabung. Setelah ditelusuri, kondisi beberapa pangkalan distribusi LPG 3 kg tidak tersendat. Seperti pangkalan LPG 3 Kg Widodo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, 

Ringkasan Berita:
  • Warga Ponorogo kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, harga di pengecer tembus Rp 32 ribu.
  • Pangkalan resmi masih menerima distribusi normal dengan harga sesuai HET Rp 18 ribu.
  • Sebagian warga terpaksa beralih ke kayu bakar untuk kebutuhan memasak.

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sejumlah warga di Kabupaten Ponorogo mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg pasca Lebaran 2026. 

Beberapa bahkan mengaku menebus sampai Rp 32 ribu per tabung.

Padahal, jika mengacu Harga Eceran Tertinggi (HET) masyarakat hanya membeli Rp 18 ribu per tabung.

Setelah ditelusuri, kondisi beberapa pangkalan distribusi LPG 3 kg tidak tersendat. Seperti pangkalan LPG 3 Kg Widodo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim. 

Baca juga: Khawatir Perang Iran Picu Kelangkaan BBM, Masyarakat Jatim Panic Buying LPG Buat Stok di Rumah

Kondisi di Pangkalan

Pantauan Tribunjatim.com, warga yang membeli juga bisa membawa pulang barang bersubsidi tersebut. Pun harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Normal kok, kami masih menerima distribusi dari agen setiap hari. Kalau sini sedikit hanya 60 tabung,” ungkap pemilik pangkalan, Bu Widodo, Minggu (30/3/2026).

Baca juga: Jamin Stok BBM & LPG Mudik 2026, Patra Logistik Siagakan 800 Armada Distribusi di Jawa Timur

Dia menjelaskan bahwa memang ada tambahan gas LPG 3 Kg. Namun dalam 3 hari, sebelum lebaran tanggal 18 dan 19 Maret 2026 dam 22 Maret 2026,

“Kalau ini sih kembali normal. Memang daya belinya tinggi,” paparnya saat ditemui Tribunjatim.com di pangkalannya.

Keluhan Warga

Menurutnya, momentum lebaran memang banyak warga memasak. Sehingga penggunaan gas LPG 3 kg lebih meningkat dibanding hari-hari bisa,

“Hari biasa 60 tabung bisa satu hari lebih. Sekarang habis sih sehari, tapi besoknya sudah dikirimi lagi oleh agen,” tegasnya.

Kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di Ponorogo pasca Lebaran semakin dirasakan warga. Selain sulit ditemui di pasaran, harga gas bersubsidi tersebut juga melonjak hingga Rp 32 ribu per tabung di tingkat pengecer. 

Kondisi ini memaksa sebagian masyarakat beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak, meski dinilai kurang praktis dan memakan waktu lebih lama.

“Sulit lo mbak, disini saja bisa dapat tapi harga Rp 32 ribu per tabung. Ya kalau ada dibeli,” ungkap Lastri, warga Dusun Krajan Kulon, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (30/3/2026).

Bahkan, karena sulitnya mendapatkan barang bersubsidi itu, Lastri mengaku beralih kembali menggunakan kayu bakar. Dia hanya memasak menggunakan kompor gas saat penting.

“Kalau gak ada barang beralih kayu bakar. Misal rebus air, memasak maupun memasak nasi. Ya gimana kan memang gas gak ada,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved