Jadi Keynote Speaker Jatim Talk, Gubernur Khofifah Ungkap Hal Strategis Hadapi Dinamika Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat daya saing ekonomi di tengah dinamika global

Editor: Samsul Arifin
Humas Pemprov Jatim
KEYNOTE SPEAKER - Jatim Talk bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. Dalam forum ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dan menjadi salah satu keynote speaker. 

Ringkasan Berita:
  • Khofifah menekankan pentingnya hilirisasi dan investasi untuk menjaga ekonomi Jatim. 
  • Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,33 persen (yoy) pada 2025 dan dinilai tetap solid. 
  • Ketahanan pangan, distribusi, dan SDM menjadi kunci menghadapi tekanan global.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menggelar seminar Jatim Talk bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. 

Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat daya saing ekonomi di tengah dinamika global.

Seminar ini mengangkat tema "Sinergi Penguatan Daya Saing Jawa Timur melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan dan Iklim Investasi Berkelanjutan", sekaligus menjadi bagian dari diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur yang diterbitkan secara triwulanan. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026 yang akan diselenggarakan pada September 2026.

Dalam paparannya, Khofifah mengatakan dinamika geopolitik global yang semakin meningkat, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah, diperlukan sinergi, kolaborasi, serta langkah adaptif untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Diketahui, kinerja ekonomi Jawa Timur yang tetap solid, dengan pertumbuhan sebesar 5,33 persen (yoy) pada tahun 2025.

Baca juga: Ancaman Kekeringan 2026, Gubernur Jatim Khofifah Keluarkan Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah

Ekonomi Jatim Tetap Solid

"Hal itu menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada," kata Khofifah.

Khofifah menegaskan ketahanan ekonomi Jawa Timur harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor sekaligus beradaptasi untuk menghadapi tantangan serta menangkap peluang di tengah situasi global saat ini.

Khofifah menekankan pentingnya peran strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Peran ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antar daerah, percepatan hilirisasi komoditas strategis, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi. 

Soroti Tekanan Geopolitik Global

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Khofifah menyebut Jawa Timur juga memegang peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan. 

"Upaya tersebut didukung melalui hilirisasi lanjutan dari bahan baku olahan, penguatan distribusi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia," ungkapnya.

Lebih lanjut Khofifah menekankan bahwa pangan menjadi salah satu kunci menghadapi situasi global yang tidak menentu. Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan ketahanan pangan terbaik, dan menyuplai berbagai bahan pokok di berbagai wilayah di Indonesia bahkan pasar ekspor.

Baca juga: Antisipasi Kemarau 2026, Khofifah Instruksikan Bupati-Wali Kota Jaga Produksi Pertanian Jawa Timur

"Kerja sama perdagangan dan investasi antar daerah tentu harus terus diperkuat. Kemudian percepatan hilirisasi komoditas strategis dan penciptaan iklim investasi kondusif itu juga sangat penting," terangnya.

"Dan yang utama adalah Jawa Timur harus terus melakukan penguatan di sektor pangan. Kuncinya lahan di sektor pangan kita pastikan memadai, kemudian penguatan distribusi serta penguatan SDM," tambahnya.

Khofifah membeberkam kondisi global saat ini berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional termasuk di Jawa Timur. 

"Tekanan tentu ada, tapi kita juga harus tetap melihat peluang. Bahwa peluang tetap terbuka melalui pemanfaatan sumber pertumbuhan baru, penguatan iklim investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta dukungan kebijakan strategis yang terarah," jelasnya.

Khofifah berharap forum Jatim Talk ini bisa menjadi titik temu antar pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi dalam merespons dinamika ekonomi global dan dampak konflik geopolitik. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved