Sejarah di Jatim

Sejarah Kampung Kemasan Gresik, Dari Permukiman Pengrajin Emas hingga Jadi Kawasan Heritage

Dari kampung pengrajin emas hingga kawasan heritage, Kampung Kemasan Gresik menyimpan jejak sejarah dan keindahan bangunan kuno yang masih terjaga.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. Pustaka Jawatimuran
SEJARAH KAMPUNG KEMASAN - Kampung Kemasan di Gresik, awalnya merupakan permukiman pengrajin emas abad ke-19 yang kini berkembang menjadi kawasan heritage dengan bangunan kuno bergaya Eropa-Tionghoa. 

Setelah masa Bak Liong, kawasan ini sempat mengalami penurunan aktivitas. 

Namun kemudian berkembang kembali ketika seorang pengusaha kulit keturunan Arab, H. Oemar bin Ahmad, membeli dan membangun kawasan tersebut sekitar tahun 1855.

Perkembangan Kampung Kemasan semakin pesat ketika usaha penyamakan kulit yang dikelola keluarga Oemar mengalami masa kejayaan. 

Usaha tersebut bahkan mampu menjangkau puluhan kota di Jawa Timur, menjadikan kawasan ini sebagai pusat ekonomi yang cukup penting pada masanya.

Kemajuan ekonomi tersebut berdampak pada pembangunan rumah-rumah megah di Kampung Kemasan

Rumah-rumah ini menjadi simbol status sosial pemiliknya dan mencerminkan masa keemasan kawasan tersebut.

Baca juga: Sejarah Situs Duplang Jember, Sarana Ritual dan Pemakaman Zaman Prasejarah Megalitikum

Salah satu sudut pemandangan rumah Gajah Mungkur di Kampung Kemasan, Gresik, Jawa Timur
Salah satu sudut pemandangan rumah Gajah Mungkur di Kampung Kemasan, Gresik, Jawa Timur. (KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH)

Perpaduan Arsitektur Eropa dan Tionghoa

Kampung Kemasan memiliki ciri khas utama pada arsitektur bangunannya yang merupakan hasil akulturasi budaya. 

Dikutip dari budaya-indonesia.org, pengaruh budaya kolonial Belanda dan Tionghoa sangat terlihat pada desain rumah-rumah di kawasan ini.

Gaya Eropa tampak pada pilar-pilar besar, jendela dan pintu berukuran tinggi, serta ornamen klasik pada bagian dinding. 

Sementara itu, pengaruh Tionghoa terlihat pada bentuk atap dan penggunaan warna merah yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Selain itu, beberapa bangunan juga memiliki elemen arsitektur lain seperti gaya Melayu dan Jawa. 

Hal ini menunjukkan bahwa Kampung Kemasan menjadi tempat pertemuan berbagai budaya yang hidup berdampingan pada masa lalu.

Keunikan arsitektur tersebut menjadikan Kampung Kemasan tidak hanya sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai representasi sejarah akulturasi budaya di Gresik.

Ikon Rumah Gajah Mungkur dan Daya Tarik Wisata

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved