Harga Plastik Melonjak, Wagub Emil Minta Warga Bawa Tas Belanja: Bayar Lebih Jika Minta Kresek
ondisi perang Timur Tengah antara Iran melawan Amerika dan Israel semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat Jawa Timur.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Harga plastik naik akibat terganggunya rantai pasok global imbas konflik Timur Tengah.
- Kenaikan ini berdampak langsung pada UMKM dan pedagang, terutama sektor makanan dan minuman.
- Pemprov Jatim akan mendata pelaku usaha untuk menentukan langkah intervensi yang tepat.
- Masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi ketergantungan plastik.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kondisi perang Timur Tengah antara Iran melawan Amerika dan Israel semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat Jawa Timur. Tak hanya BBM dan LPG, namun harga beberapa komoditas juga ikut terkerek.
Salah satu yang sedang ramai dikeluhkan adalah kenaikan harga plastik. Ketegangan di Timur Tengah turut melambungkan harga plastik yang kini dikeluhkan oleh para pedagang dan pelaku usaha.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan berupaya mencarikan solusi agar dampaknya tidak semakin memberatkan pelaku usaha kecil.
Emil menjelaskan, lonjakan harga plastik saat ini memang terjadi karena distribusi bahan baku yang tidak lancar di tingkat global.
“Harga plastik naik karena rantai pasoknya memang sedang terganggu dan memang kondisinya demikian,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Dikatakannya, kondisi ini memang berdampak langsung pada pedagang, khususnya di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Kenaikan harga tersebut turut menekan margin keuntungan pelaku usaha, terutama UMKM dan pedagang pasar tradisional.
Baca juga: Harga Plastik di Jombang Meroket hingga 100 Persen karena Perang Iran, Pedagang Resah
Untuk itu, merespon hal ini, Emil mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.
Pihaknya sedang meminta OPD Pemprov Jatim untuk melakukan pendataan pelaku usaha dan UMKM yang masih bisa beradaptasi dan mana yang tidak bisa.
“Saya sudah koordinasi Disperindag dan juga Dinas UMKM, adakah ruang adaptasi pada para pelaku usaha dan UMKM untuk mengatasi ini,” jelasnya.
Langkah ini dikatakannya penting untuk mengetahui sektor mana yang mampu beradaptasi dan mana yang membutuhkan intervensi lebih lanjut dari pemerintah.
“Kita data betul, mana UMKM yang bisa menyesuaikan mana yang tidak, maka kita kategorisasikan dulu,” ungkapnya.
Selain dari sisi pelaku usaha, Emil juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi situasi ini. Ia mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Baca juga: Saat Harga Plastik Naik, Penjual Bubur Bingung Ada yang Beli Rp 5 Ribu Tapi Bumbu Dipisah: Lesu
| Juknis SPMB SMP Surabaya 2026 Segera Rampung, TKA Berpotensi Tambah Nilai Prestasi |
|
|---|
| Kampus di Surabaya Siapkan Kuliah Hybrid, Praktikum Tetap Wajib Luring |
|
|---|
| Pimpinan DPRD Surabaya Minta Lokasi Parkir Ditutup Saja Kalau Masih Tak Terima Sistem Nontunai |
|
|---|
| Pedagang Mulai Gusar Harga Plastik di Jombang Naik 100 Persen Imbas Penutupan Selat Hormuz |
|
|---|
| Harga Plastik di Jombang Meroket hingga 100 Persen karena Perang Iran, Pedagang Resah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Emil-Elestianto-Dardak-menjelaskan-langkah-Pemprov-Jatim-menyikapi-harga-plastik.jpg)