Sejarah Pondok Pesantren
Sejarah Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik, Dari Kanugrahan hingga Jadi Ponpes Tertua Pesisir Utara
Berawal dari Lamongan, Ponpes Qomaruddin tumbuh jadi pesantren tua di Gresik dengan sejarah panjang, penuh kisah spiritual dan tradisi keilmuan.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Ponpes Qomaruddin di Bungah, Gresik merupakan salah satu pesantren tertua di pesisir utara Jatim, didirikan Kiai Qomaruddin abad ke-18 untuk menyebarkan Islam.
- Berawal dari Lamongan, pesantren ini berpindah ke Sampurnan setelah melalui perjalanan dakwah dan pertimbangan lokasi strategis serta spiritual.
- Hingga kini tetap eksis dengan ratusan santri, mempertahankan tradisi kitab kuning dan berperan mencetak generasi ulama di Indonesia.
TRIBUNJATIM.COM – Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan salah satu pesantren tertua di wilayah pesisir utara Jawa Timur yang hingga kini masih eksis sebagai pusat pendidikan Islam.
Pesantren ini berlokasi di Dusun Sampurnan, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pesantren ini didirikan oleh Kiai Qomaruddin dan memiliki perjalanan panjang, mulai dari Lamongan hingga akhirnya menetap di Gresik.
Keberadaannya tidak hanya menjadi pusat keilmuan agama, tetapi juga bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di Jawa Timur.
Pondok Pesantren Qomaruddin didirikan oleh Kiai Qomaruddin pada abad ke-18. Awalnya berdiri di Kanugrahan, Lamongan, kemudian berpindah ke Bungah, Gresik. Tujuannya yaitu, menyebarkan ilmu agama Islam dan mencetak generasi ulama.
Pesantren ini berkembang melalui perjalanan panjang, termasuk perpindahan lokasi, dinamika sejarah, hingga kini tetap bertahan sebagai lembaga pendidikan Islam.
Dari Kanugrahan Lamongan hingga Perjalanan Dakwah
Sebagaimana dilansir dari qomaruddin.com, awal mula Pondok Pesantren Qomaruddin bermula dari pendirian Pesantren Kanugrahan di wilayah Lamongan sekitar tahun 1753 M.
Pesantren ini didirikan oleh Kiai Qomaruddin dan dalam waktu singkat telah memiliki ratusan santri.
Jumlah santri bahkan mencapai sekitar 300 orang, angka yang cukup besar pada masa itu.
Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, pesantren ini sudah memiliki pengaruh kuat di masyarakat sekitar.
Dalam perjalanan dakwahnya, Kiai Qomaruddin kemudian menuju Gresik untuk menemui salah satu santrinya yang menjadi pejabat setempat.
Dia sempat singgah di Desa Morobakung dan mendirikan tempat pengajian sederhana.
Sebagaimana disebutkan dalam sumber sejarah, keberadaan Kiai Qomaruddin di Morobakung begitu berkesan hingga nama desa tersebut dikaitkan dengan kedatangannya sebagai sosok sesepuh yang dihormati masyarakat.
Perjalanan ini menjadi awal dari pencarian lokasi ideal untuk mendirikan pesantren yang lebih besar dan berkembang.
Baca juga: Sejarah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Ponpes Tua dengan Tradisi Salaf dan Kemandirian Ekonomi
Berdirinya Pesantren di Sampurnan
Setelah meninggalkan Morobakung, Kiai Qomaruddin melanjutkan perjalanan ke wilayah Wantilan untuk mencari tempat yang sesuai mendirikan pesantren.
Dikutip dari sumber tersebut, beliau memiliki lima kriteria utama dalam memilih lokasi, yaitu dekat pusat pemerintahan, jalan raya, pasar, hutan, serta memiliki sumber air yang cukup.
Selain pertimbangan tersebut, keputusan lokasi juga diperkuat dengan hasil istikharah yang dilakukan oleh Kiai Qomaruddin.
Dari proses spiritual ini, ia akhirnya menemukan tempat yang dianggap paling sesuai.
Sebagaimana dijelaskan dalam sumber, lokasi tersebut berada di kawasan Sampurnan, Bungah, Gresik. Di tempat inilah beliau mendirikan pesantren sekitar tahun 1775 M.
Nama “Sampurnan” sendiri diberikan oleh Tumenggung Tirtorejo sebagai simbol harapan bahwa tempat tersebut menjadi lokasi yang sempurna untuk perkembangan pesantren.
Baca juga: Sejarah Ponpes Tremas Pacitan, Jejak Pesantren Tua yang Melahirkan Ulama Nusantara
Jejak Sejarah Awal
Terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun pasti berdirinya Pondok Pesantren Qomaruddin.
Data yang umum menyebutkan tahun 1775, namun ada sumber lain yang menunjukkan kemungkinan lebih awal.
Dilansir dari buku lama “Sedjarah Bungah dan Bergeloranja Pesantren Sampurnan”, disebutkan bahwa pembangunan Langgar Agung telah dimulai sekitar tahun 1715.
Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas pesantren sudah berlangsung sejak saat itu.
Dikutip dari sumber tersebut, langgar tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus cikal bakal berdirinya pesantren. Bahkan, santri sudah mulai belajar dan beraktivitas sejak tahun 1717.
Selain itu, terdapat kisah-kisah spiritual yang menyertai perjalanan Kiai Qomaruddin, seperti munculnya sumber air (jublang) sebagai bagian dari karomah beliau.
Dengan adanya perbedaan data ini, sejarah berdirinya pesantren menjadi semakin menarik dan menunjukkan kekayaan narasi tradisi lisan serta manuskrip lokal.
Baca juga: Sejarah Pondok Gontor Ponorogo, Dari Pesantren Tegalsari hingga Lahirnya Pondok Modern Darussalam
Perkembangan Nama dan Identitas Pesantren
Sebagaimana dilansir dari qomaruddin.com, pesantren ini awalnya dikenal dengan nama Pesantren Sampurnan, sesuai dengan lokasi berdirinya.
Pada tahun 1960-an, nama pesantren sempat diubah menjadi Darul Fiqih oleh Kiai Hamim Shalih.
Perubahan ini didasarkan pada fokus keilmuan pesantren yang banyak mengkaji kitab-kitab fiqih.
Dikutip dari sumber tersebut, perubahan nama ini juga menjadi harapan agar pesantren mampu mencetak ulama ahli fiqih yang berkontribusi di masyarakat.
Namun, sejak pertengahan tahun 1970-an, nama pesantren kembali diubah menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin sebagai bentuk penghormatan kepada pendirinya.
Sebagaimana disebutkan dalam sumber, nama ini digunakan hingga sekarang secara resmi, termasuk dalam bentuk kelembagaan yayasan yang berdiri sejak tahun 1972.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Pondok Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Tertua di Jombang
Eksistensi Hingga Kini dan Aktivitas Santri
Pondok Pesantren Qomaruddin hingga kini tetap aktif sebagai lembaga pendidikan Islam dengan jumlah ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagaimana dikutip dari laporan tersebut, pesantren ini dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di wilayah pesisir utara Jawa Timur.
Dalam kesehariannya, para santri mempelajari ilmu agama melalui kitab kuning dengan metode salaf yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Khusus pada bulan Ramadan, kegiatan santri semakin intensif dengan adanya program ngaji kilat yang berlangsung dari setelah subuh hingga malam hari.
Dengan tradisi keilmuan yang terus dijaga, Pondok Pesantren Qomaruddin tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga tetap berperan aktif dalam mencetak generasi ulama dan menjaga warisan Islam di Nusantara.
Sejarah Ponpes Qomaruddin Gresik
pondok pesantren tertua
Dusun Sampurnan
Desa Bungah
Kecamatan Bungah
Kabupaten Gresik
Kiai Qomaruddin
Desa Morobakung
Darul Fiqih
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
Gresik
Sejarah Pondok Pesantren Qomaruddin
| Sejarah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Ponpes Tua dengan Tradisi Salaf dan Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| Sejarah Pondok Pesantren Langitan Tuban, dari Surau Kecil yang Wariskan Pendidikan Islam Sejak 1852 |
|
|---|
| Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang, Berawal dari Surau Kecil Jadi Lembaga Pendidikan Salaf & Modern |
|
|---|
| Jejak Sejarah Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo, Pusat Keilmuan Islam Sejak Abad ke-18 |
|
|---|
| Sejarah Ponpes Tremas Pacitan, Jejak Pesantren Tua yang Melahirkan Ulama Nusantara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ponpes-Qomaruddin.jpg)