Berita Viral

Kisah Kades Pakel Sampurno Selamat dari Pembacokan Massal, Bantah Dirinya Sakti: Allah Menolong

Insiden pengeroyokan Kades Pakel di Lumajang bermula dari persoalan utang piutang dan cekcok yang terjadi sehari sebelumnya acara pengajian.

YouTube TribunJatim.com
PENGEROYOKAN KADES PAKEL - Kepala Desa Pakel, Muhammad Sampurno, menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekitar 15 orang bersenjata tajam pada Rabu (15/4/2026) siang. Alih-alih membawa kasus ini ke arah konflik berkepanjangan, Sampurno justru memilih jalan damai. 

Ringkasan Berita:
  • Insiden pengeroyokan Kades Pakel di Lumajang bermula dari persoalan utang piutang dan cekcok yang terjadi sehari sebelumnya saat acara pengajian.
  • Kesalahpahaman yang tidak terselesaikan memicu ketegangan hingga berujung aksi kekerasan.
  • Meski menjadi korban, Sampurno memilih memaafkan dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, pihak kepolisian tetap memproses kasus sesuai hukum yang berlaku.

 

TRIBUNJATIM.COM - Suasana Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang mendadak mencekam.

Kepala Desa Pakel, Muhammad Sampurno, menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh sekitar 15 orang bersenjata tajam pada Rabu (15/4/2026) siang.

Insiden itu terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan warga sekitar.

Dalam kesaksiannya, Sampurno mengungkap peristiwa tersebut bermula dari konflik pribadi yang berujung salah paham.

Ia menyebut persoalan utang piutang sebagai pemicu awal yang kemudian berkembang menjadi ketegangan berkepanjangan.

"Sebenarnya itu hanya salah paham. Saya ke Mas Dani mau pinjam uang. Awalnya hanya masalah komunikasi yang tidak terselesaikan. Tapi kemudian berkembang, bahkan sampai ada pengerahan orang untuk menyerang saya," ujarnya.

Baca juga: Sosok Dani yang Disebut Kades Pakel Lumajang usai Dikeroyok 15 Orang di Rumah Sendiri

Diserang Brutal, Namun Selamat Tanpa Luka Serius

Hari kejadian menjadi momen yang tak terlupakan.

Sampurno mengaku diserang secara membabi buta oleh sekelompok orang yang datang membawa senjata tajam.

Ia menceritakan bagaimana dirinya dipukul dan diserang dari berbagai arah.

Meski demikian, secara mengejutkan, ia berhasil bertahan dan selamat tanpa luka fatal.

Hal ini kemudian memicu spekulasi di masyarakat yang menyebut dirinya kebal atau memiliki kekuatan khusus.

Namun, Sampurno dengan tegas membantah anggapan tersebut.

"Saya bukan orang sakti. Saya cuma manusia biasa. Saya yakin Allah akan menolong orang yang jujur dan tidak munafik. Pasrahkan diri kita kepada Allah," katanya dalam tayangan Saksi Kata 'Bermula Cekcok di Pengajian, Kades Lumajang Dibacok Belasan Orang: Lebih Pilih Berdamai' yang tayang di YouTube TribunJatim.com, Sabtu (18/4/2026).

"Saya tidak akan dendam kepada orang yang dendam kepada saya. Saya tidak akan marah kepada orang yang marah kepada saya. Wong sabar uripe jembar (orang sabar hidupnya tenang)," sambungnya.

Memilih Memaafkan, Menolak Balas Dendam

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved