Berita bondowoso

Hemat BBM, ASN dan DPRD Bondowoso Naik Becak dan Gowes ke Kantor: Kalau Terbiasa, 25 KM Itu Ringan

Gerakan hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digalakkan pemerintah pusat sebagai dampak ketegangan di Selat Hormuz

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
LEGISLATIF - Tohari, anggota DPRD Bondowoso saat menaiki becak menuju Kantor Legislatif, di Kecamatan Tenggarang beberapa waktu lalu. Aksi ini dilakukannya untuk hemat BBM sebagaimana himbauan pemerintah pusat. 
Ringkasan Berita:
  • Dampak kebijakan penghematan BBM membuat ASN dan anggota DPRD Bondowoso beralih ke transportasi alternatif seperti sepeda, motor listrik, dan becak.
  • Seorang ASN rutin bersepeda hingga puluhan kilometer demi kesehatan dan penghematan BBM, sementara ASN lain menggunakan motor listrik yang lebih hemat biaya operasional.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO – Gerakan hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digalakkan pemerintah pusat sebagai dampak ketegangan di Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel-Amerika, diikuti oleh jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Bondowoso.

​Sejumlah ASN di Pemkab Bondowoso memilih menggunakan sepeda listrik dan sepeda pancal. Sementara itu, seorang legislator di DPRD Bondowoso memilih menggunakan transportasi becak tradisional.

​Salah satu ASN yang konsisten bersepeda setiap hari adalah Untung Khuzairi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Ia mengayuh sepeda hingga 50 kilometer setiap hari dari rumahnya di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, menuju kantornya di Kecamatan Bondowoso.

Baca juga: WFH Pertama Pemkab Bangkalan, Sejumlah Kantor Hanya Nyalakan Listrik di Satu Ruang Kerja

​“Kalau sudah terbiasa, jarak 25 kilometer itu ringan. Bahkan 60 kilometer juga sudah biasa saya tempuh, seperti saat di Alas Purwo kemarin. Jadi jarak ke kantor ini tergolong kecil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026) kemarin.

​Untung menjelaskan bahwa bersepeda tidak hanya membuatnya sehat dan bugar, tetapi juga efektif menghemat pengeluaran BBM.

Biasanya, ia menghabiskan Rp50.000 untuk BBM motor selama dua hari. Dengan bersepeda, ia bisa menghemat Rp25.000 per hari, atau setara dengan dua liter lebih BBM jenis Pertamax.

​“Jika banyak ASN melakukan hal serupa, bayangkan berapa banyak BBM yang bisa dihemat dalam sehari,” tambah pria yang aktif di komunitas Medical Cycling Club (MCC) ini.
​Di sisi lain, Heri Kusdaryanto, Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, memilih sepeda motor listrik sejak dua tahun terakhir. Ia menggunakan kendaraan tersebut untuk mengantar anak sekolah hingga menjalankan tugas kedinasan ke Museum Terbuka.

​“Lumayan irit dan tidak perlu antre BBM. Tagihan listrik di rumah hanya bertambah sekitar Rp50.000 per bulan. Pengisian daya hanya butuh 2 jam untuk jarak tempuh maksimal 40 kilometer,” kata Heri di kantornya pada Jum'at (10/4/2026).

​Langkah berbeda diambil oleh Tohari, legislator PKB asal Kecamatan Maesan. Ketua Komisi II DPRD Bondowoso ini memilih naik becak tradisional sebagai simbol ajakan kepada masyarakat untuk berhemat energi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

​Dari kediamannya di Maesan, Tohari tetap menggunakan mobil pribadi namun menitipkannya di kawasan Kembang. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan dengan becak menuju Wisma Ketua DPRD, Kantor DPC PKB, hingga kantor DPRD di Tenggarang.

​“Tarif becak ini beragam, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 tergantung jarak. Saya sengaja berganti-ganti tukang becak di setiap titik lokasi agar rezekinya terbagi,” pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenew TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved