Berita Lumajang

Jadi Biang Kerok LPG 3 Kilogam Langka, Tiga Pangkalan di Lumajang Ditutup

Pertamina telah menutup 3 pangkalan elpiji melon di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hal tersebut karena mereka menjadi pemicu kelangkaan barang

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
KELANGKAAN LPG: Joko Cahyono, Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki saat di Pasirian Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026) Dia paparkan jumlah pangkalan LPG di Lumajang yang ditutup. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina menutup tiga pangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Lumajang karena dianggap menjadi penyebab kelangkaan elpiji di masyarakat.
  • Penutupan dilakukan karena pelanggaran seperti penimbunan, distribusi tidak langsung ke masyarakat (lebih banyak ke pengecer), serta penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
  • Pihak Hiswana Migas kini mencari pengganti pangkalan agar pasokan tetap tersedia, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan distribusi.

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Pertamina telah menutup 3 pangkalan elpiji melon di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hal tersebut karena mereka menjadi pemicu kelangkaan barang.

Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki Joko Cahyono mengungkapkan pangkalan LPG 3 kilogram yang ditutup itu berada di Kecamatan Candipuro dan Tekung Lumajang.

"Dua (pangkalan) yang telah ditutup, dan ada tiga rencananya," ujarnya, Senin (13/4/2026).

Selain kasus penimbunan, kata dia, pangkalan tersebut terlalu banyak menyuplai pengecer, tidak langsung ke masyarakat.

Joko juga mengungkapan, pangkalan tersebut juga menjual tabung LPG warna hijau diatas harga eceran tertinggi (HET) untuk mencari untung lebih tinggi ditengah kelangkaan.

Baca juga: Disdagrin Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg di Jombang

"Pelanggarannya itu rata-rata masalah pendistribusian dan melanggar HET, itu yang ditutup," ucap Joko.

Joko mengaku saat ini masih mencari pengganti pangkalan yang ditutup itu, sebagai tempat penjualan elpiji melon kepada masyarakat.

"Kalau pangkalan ditutup, tapi tidak ada penggantinya kan masyarakat kesusahan lagi mencari elpiji," paparnya.

Menurutnya, insiden ini menjadi pelajaran bersama bagi Pertamina dan Hiswana, Migas termasuk agen distributor agar selektif memilah pangkalan.

"Harus mulai selektif untuk di pangkalan. Bina pangkalan itu jangan sampai melanggar SOP. Biar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan LPG," imbuhnya Joko.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved