Harga Plastik Melonjak, Masyarakat Diminta Beralih ke Tas Ramah Lingkungan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur turut menyoroti kenaikan harga plastik yang terjadi akhir akhir ini.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
DAMPAK MAHALNYA PLASTIK: Supratman, saat di ruang Komisi D DPRD Lumajang, Jawa Timur, Senin (13/4/2026) Ketua PDIP Lumajang ini soroti dampak kenaikan harga plastik 

 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga plastik dinilai berdampak positif karena berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan.
  • Sampah plastik selama ini dianggap merusak kesuburan tanah dan mencemari sungai.
  • Masyarakat didorong beralih ke tas belanja yang bisa digunakan berulang kali.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur turut menyoroti kenaikan harga plastik yang terjadi akhir akhir ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Lumajang Supratman menilai hal itu sebetulnya membawa dampak positif, setidaknya dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

"Dampak positifnya mengurangi pencemaran lingkungan. Karena sampah plastik selama ini meresahkan masyarakat," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, keberadaan sampah plastik selama ini mengakibatkan kesuburan tanah berkurang drastis, bahkan sering menimpuk di sungai.

"Dengan adanya kenaikan (harga) masyarakat akan mengurangi pengunaan tas plastik," kata Supratman.

Baca juga: Kisah Lansia Jombang Konsisten Produksi Besek Bambu, Mencoba Bertahan di Tengah Gempuran Plastik

Adanya hal ini, Supratman mendorong masyarakat belanja mengunakan tas yang bisa digunakan berulang kali, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik.

"Jadi sekali beli, bisa digunakan agak lama lah," kata Ketua Komisi D DPRD Lumajang ini.

Mengingat, kata Supratman, aktifitas belanja masyarakat sebelumya ketika berbelanja dapat kresek, plastik. Begitu sampai rumah, barang tersebut dibuang begitu saja.

"Hal ini bisa mengurangi kesuburan tanah. Harapan saya kepada pemerintah daerah hal itu jadi atensi juga karena kanaikan harga plastik sudah melebihi kemampuan masyarakat," paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved