Ramalan Cuaca Jatim

Ramalan Cuaca Jatim Rabu 15 April 2026 Didominasi Cerah, 3 Daerah Hujan Ringan

Sebagian besar wilayah Jawa Timur pada 15 April 2026 diprediksi cerah, dengan potensi hujan ringan di Kota Batu, Lamongan, dan Magetan.

Tribun Jatim Network/Habibur Rohman
CUACA PAGI - Suasana pagi hari dan matahari batal terlihat akibat cuaca cenderung berawan di atas sungai kawasan Jalan Wonokromo, Surabaya, Jumat (27/3/2026). Sebagian besar wilayah Jawa Timur pada 15 April 2026 diprediksi cerah, dengan potensi hujan ringan di Kota Batu, Lamongan, dan Magetan. 

Ringkasan Berita:
  • Sebagian besar wilayah Jawa Timur pada 15 April 2026 diprediksi cerah, dengan potensi hujan ringan di Kota Batu, Lamongan, dan Magetan.
  • Suhu tertinggi diperkirakan mencapai 33°C di Sumenep, sementara Kota Batu menjadi wilayah terdingin dengan suhu 15–22°C.
  • BMKG juga memperkirakan musim kemarau akan lebih panjang dan kering akibat potensi El Nino.

 

TRIBUNJATIM.COM - Simak ramalan cuaca Jawa Timur yang diprakirakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Rabu 15 April 2026.

Seluruh wilayah di Jawa Timur diperkirakan mengalami cuaca cerah.

Namun tiga daerah diperkirakan akan turun hujan di siang hari.

Ramalan cuaca Jatim ini dilansir dari situs BMKG

Baca juga: Cara Hindari Fenomena El Nino Godzilla, Warga Tanah Air Waspadai Siang hingga Sore Hari

Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan

BMKG menyebut hujan ringan berpotensi terjadi di:

  • Kota Batu, Lamongan, Magetan

Suhu Udara di Jawa Timur

  • Sumenep: 26–33°C, menjadi daerah paling panas.
  • Kota Batu: 15–22°C, tercatat sebagai daerah terdingin.
  • Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini: 28–33°C.

Baca juga: 10 Wilayah Rawan Banjir di Jawa Timur, BMKG Ingatkan Potensi Turun Hujan

Awal Musim Kemarau di Jatim Diprediksi Mundur

Musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering dari biasanya.

Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Kondisi tersebut berkaitan dengan potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan tahun, yang dapat memperkuat dampak kekeringan di berbagai wilayah.

Karena itu, langkah antisipasi sejak dini dinilai penting, terutama untuk sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Berdasarkan analisis BMKG di akun Instagram @infobmkgjuanda, sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. 

Artinya, sebagian besar daerah akan menghadapi musim kemarau yang lebih kering, dengan risiko yang meningkat terhadap kekurangan air dan kebakaran lahan.

Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, saat puluhan Zona Musim mencapai kondisi paling kering.

Selain itu, awal musim kemarau di beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami keterlambatan atau mundur dibandingkan pola biasanya.

Sekitar 46,2 persen wilayah DI Jatim baru memasuki musim kemarau lebih lambat dari jadwal normalnya.

Baca juga: Waspada Kemarau Panjang, 29 Desa di Bangkalan Masuk Prioritas Bantuan Air Bersih

Durasi Musim Kemarau Lebih Panjang

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved