Ada 9 Titik Longsor di Jalan Ponorogo-Pacitan, Jalur Kini Telah Normal setelah Sempat Buka-Tutup

Sembilan titik longsor tersebut ada di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, dan masuk ke dalam tiga desa.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
LONGSOR - Ada 9 titik longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Rabu (184/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bencana longsor memang mengepung kecamatan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Pacitan ini.
  • Ada sembilan titik longsor yang dilaporkan menerjang Jalan Ponorogo-Pacitan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ada sembilan titik longsor yang dilaporkan menerjang Jalan Ponorogo-Pacitan pada Rabu (15/4/2026).

"Informasinya memang ada 9 titik longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Sempat buka tutup, ini sudah lancar," ungkap Camat Slahung, Nur Huda Rifai, Rabu sore.

Baca juga: Program Peduli dan Berbagi, Satresnarkoba Polres Tuban Bantu Warga Kurang Mampu

Dia menjelaskan bahwa bencana longsor memang mengepung kecamatan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Pacitan, Jatim ini.

"Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik bencana. Informasi awal ada 9 titik," terang Nur Huda saat dikonfirmasi.

Dari 9 titik longsor yang terjadi di jalur nasional, Nur Huda mengatakan bahwa yang paling besar adalah di Desa Wates, Kecamatan Slahung.

"Yang paling besar ada di perbatasan Ponorogo-Pacitan, 9 titik ini kita petakan," kata dia.

"Sudah kami laporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan inkait untuk penanganan lebih lanjut," urainya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengaku bahwa ada sembilan titik longsor.

"Ada yang memang besar hingga mengharuskan buka tutup. Tapi ada yang juga longsor kecil. Semua di Jalan Ponorogo-Pacitan," urai Masun.

Dia menjelaskan bahwa 9 titik longsor itu ada di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, masuk dalam tiga desa.

Ada di Desa Broto, Desa Tugurejo, dan Desa Wates.

"Untuk longsoran rata-rata tinggi kurang lebih 20 meter, lebar 6 meter. Ada yang menutup separuh jalan," tambah mantan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan).

Masun menyatakan telah melakukan evakuasi, bekerja sama dengan berbagai pihak.

Termasuk menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.

"Kami juga meminta tolong damkar (pemadam kebakaran) untuk melakukan penyemprotan agar tidak licin. Ini laporan terakhir sudah bisa dilintasi jalurnya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved