Sejarah di Jatim
Menelusuri Jejak Sejarah Peradaban Kediri yang Tersimpan di Museum Airlangga
Museum Airlangga menyimpan kisah dari arca, prasasti, dan artefak bersejarah masa kerajaan. Simak jejak peradaban Kediri yang terekam di dalamnya.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Museum Airlangga di Kota Kediri menjadi destinasi sejarah yang menyimpan berbagai peninggalan purbakala dari masa kerajaan besar di Jawa Timur.
- Berawal dari penampungan koleksi sejak 1951, museum ini resmi berdiri pada 1991 sebagai pengembangan dari Museum Tirtoyoso.
- Koleksinya meliputi arca, prasasti, relief, hingga artefak dari era Kediri, Singosari, dan Majapahit.
- Berfungsi sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, serta penguat identitas sejarah masyarakat Kediri.
TRIBUNJATIM.COM - Museum Airlangga menjadi salah satu destinasi sejarah penting di Kota Kediri, Jawa Timur.
Museum ini menyimpan beragam peninggalan purbakala yang merekam perjalanan panjang peradaban, khususnya dari masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur.
Secara administratif, museum ini berada di kawasan Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Lokasinya berada satu kompleks dengan kawasan wisata Goa Selomangleng, sehingga mudah diakses oleh wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus alam.
Museum Airlangga dikenal sebagai ruang edukasi yang mempertemukan masyarakat dengan warisan budaya masa lalu.
Koleksi yang tersimpan di dalamnya mencerminkan perkembangan sejarah Kediri dari masa klasik hingga era yang lebih modern.
Keberadaan museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami akar budaya daerahnya.
Baca juga: Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jejak Warisan Manusia Prasejarah yang Masih Terjaga
Awal Mula Berdirinya Museum
Sejarah Museum Airlangga bermula dari penampungan benda cagar budaya di kawasan Alun-alun Kediri.
Koleksi tersebut telah ada sejak tahun 1951, sebelum akhirnya mengalami perpindahan lokasi.
Mengutip kedirikota.go.id, pembongkaran paseban alun-alun pada tahun 1951 membuat koleksi cagar budaya dipindahkan ke Pemandian Kuak atau Pemandian Tirtoyoso.
Tempat ini kemudian menjadi lokasi awal penyimpanan benda-benda bersejarah tersebut.
Seiring waktu, pada tahun 1982 lokasi tersebut dikukuhkan sebagai museum daerah dengan nama Museum Tirtoyoso. Namun, keterbatasan fasilitas membuat pengelolaan museum ini belum optimal.
Perkembangan kebijakan pariwisata daerah kemudian mendorong pembangunan museum baru yang lebih representatif sebagai pusat pelestarian sejarah di Kediri.
Museum Airlangga
Kediri
Jawa Timur
museum sejarah
prasasti
arca
Tribun Jatim
Museum Kediri
wisata edukasi
Sejarah di Jatim
Museum
wisata sejarah
relief
artefak
TribunJatim.com
Museum Tipe C
Sejarah Museum Airlangga
meaningful
Majapahit
Goa Selomangleng
| Wajah Baru Museum Rajekwesi Bojonegoro, Dari Lautan Purba Hingga Pusaka Emas Majapahit |
|
|---|
| Candi Simping Blitar, Jejak Situs Pendharmaan Raden Wijaya Sang Pendiri Kerajaan Majapahit |
|
|---|
| Menguak Sejarah Soto Lamongan, Kuliner Legendaris dengan Kuah Kuning dan Koya Unik |
|
|---|
| Sejarah Candi Penampihan, Tempat Pertapaan Suci Mataram Kuno di Puncak Lereng Wilis |
|
|---|
| Sejarah dan Keunikan Museum Keraton Sumenep, Peninggalan Kerajaan yang Unik Simbol Akulturasi Budaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/patung-dan-prasasti-di-museum-airlangga-kota-kediri-ilustrasi-museum-airlangga-kediri.jpg)