Kualitas Beras Bulog yang Diserap Setahun Sebelumnya Dipuji Ketua Komisi VI DPR RI

Anggota dewan meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi El Nino Godzila yang akan dihadapi Indonesia.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/David Yohanes
PUJI SAMPEL BERAS - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, melihat sampel beras stok Bulog di Gudang Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (27/4/2026). Anggia memuji kualitas beras stok Bulog, meski hasil serapan April 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kualitas beras hasil serapan Bulog dari petani Tulungagung yang sudah satu tahun disimpan dipuji Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini.
  • Beras yang disimpan sejak April 2024 masih dalam kondisi bagus, tidak rusak, dan tidak berbau.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, memuji kualitas beras hasil serapan Bulog dari petani Tulungagung yang sudah satu tahun disimpan.

Pujian ini disampaikan Anggia saat mengunjungi gudang penyimpanan beras milik Bulog di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, pada Senin (27/4/2026).

Baca juga: BPKAD Nganjuk Cek Kendaraan Dinas, Perketat Pengelolaan Aset Daerah: Bukan Cari-cari Kesalahan

Sejumlah karung berisi beras stok Bulog ditusuk dengan alat pengambil sampel, dan diperiksa secara acak.

Hasilnya, beras yang disimpan sejak April 2024 masih dalam kondisi bagus, tidak rusak, dan tidak berbau.

"Saya puas melihatnya. Kita cek beberapa karung ternyata kualitasnya bagus, padahal sudah April 2025, setahun lalu," ujarnya.

Anggia menyebut, broken (beras yang pecah) sedikit seperti ketentuan serapan Bulog.

Melihat stok dan kualitas penyimpanan, Anggia meminta masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi El Nino Godzila yang akan dihadapi Indonesia.

Pemerintah siap menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai dengan kebutuhan.

"Kita lihat dengan kebutuhan. Kita menyesuaikan dengan kondisi di masyarakat," ujarnya.

Sementara Direktur Pengadaan  Perum Bulog, Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya menjaga kualitas beras yang jadi cadangan beras pemerintah.

Proses penyerapan gabah petani memang dilakukan untuk segala kualitas.

Namun saat menjadi beras, Bulog melakukan seleksi ketat setiap karung beras.

"Pemeriksaan kualitas dilakukan petugas kami dari Unit Bisnis Jastasmas. Pemeriksaan dilakukan setiap karung beras yang dikirim ke Bulog," paparnya.

Bulog menetapkan empat syarat, yaitu beras yang pecah maksimal 25 persen, kadar air 14 persen, menir 2 persen, dan derajat sosoh minimal 95 persen.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved