Berita Trenggalek

Trenggalek Genjot Vaksinasi Ternak Jelang Idul Adha, Ada 24 Ribu Dosis

Kondisi ternak menjelang Hari Raya Idul Adha di Trenggalek belum ada laporan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Tayang:
Editor: Januar
Tribun Jatim Network/TribunJatim.com/ Madchan Jazuli
VAKSIN PMK - Petugas dari Dinas Peternakan melakukan vaksinasi kepada hewan ternak untuk mengantisipasi penyebaran PMK. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang Idul Adha, tidak ada laporan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku di Trenggalek, meski sebelumnya sempat ada 23 kasus dengan satu kematian.
  • Dinas Peternakan menggenjot vaksinasi sebanyak 24 ribu dosis untuk sapi (dua tahap) dan juga kambing, serta memperketat pengawasan di pasar hewan.
  •  

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kondisi ternak menjelang Hari Raya Idul Adha di Trenggalek belum ada laporan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Kendati demikian Dinas Peternakan menggenjot vaksinasi baik sapi maupun kambing sebanyak 24 ribu dosis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani menerangkan jumlah vaksin untuk sapi, yang terbagi dalam dua tahap masing-masing 12 ribu dosis.

Vaksinasi juga diberikan kepada kambing sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus.

"Vaksinasi masih terus berjalan. Tahap pertama 12 ribu dosis, dan tahap kedua juga 12 ribu dosis untuk sapi. Kami juga melakukan penyuntikan pada kambing," kata Ririn, Selasa (28/4/2026).

Bukan hanya vaksinasi, pemantauan di pasar hewan juga diperketat. Petugas secara rutin memeriksa kondisi ternak yang diperjualbelikan untuk memastikan dalam keadaan sehat dan bebas dari gejala PMK. 

Langkah ini penting mengingat mobilitas ternak meningkat, menjelang Idul Adha tidak hanya dari Trenggalek yang masuk.

Ririn mengingatkan para peternak untuk mewaspadai gejala PMK seperti demam tinggi, keluarnya cairan berlebih dari hidung dan mulut, serta munculnya luka atau sariawan di bagian mulut, lidah, hingga hidung.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Jatim Jamin Kesehatan Hewan Kurban Bebas dari PMK

Ia juga menyoroti peran kambing yang bisa menjadi pembawa virus tanpa menunjukkan gejala klinis. menerangkan sampai akhir April tidak ditemukan kasus baru PMK. 

Akan tetapi, pada awal tahun sempat tercatat 23 kasus pada ternak, dengan satu ekor di antaranya dilaporkan mati.

"Untuk saat ini belum ada laporan kasus baru PMK. Tapi di awal tahun memang sempat ada 23 kasus, dengan satu kematian," akuinya.

Sebagai langkah antisipasi, vaksinasi terhadap hewan ternak terus dilakukan secara bertahap. 

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis penyebaran PMK dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved