Bangga Jawa Timur
Dari Rujak Soto hingga Sego Tempong, Ini Tujuh Kuliner Ikonik Banyuwangi
Dari hidangan ekstrem hingga legendaris, kuliner Banyuwangi tampil berbeda dengan cita rasa khas yang mencerminkan kreativitas masyarakatnya.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Banyuwangi dikenal dengan konsep “dua rasa dalam satu sajian” seperti rujak soto dan pecel rawon yang memadukan bumbu kacang dan kuah rempah.
- Kuliner seperti pecel pitik dan sego cawuk telah diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dan mencerminkan tradisi serta filosofi masyarakat Osing.
- Dari sego tempong yang pedas, botok tawon berbahan sarang lebah, hingga pindang koyong yang segar khas pesisir.
TRIBUNJATIM.COM – Banyuwangi tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner yang unik dan berbeda dari daerah lain di Jawa Timur.
Sejumlah makanan khas dari daerah yang dijuluki The Sunrise of Java ini bahkan telah diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), menandakan nilai budaya yang kuat di balik setiap hidangan.
Beberapa kuliner seperti rujak soto dan kue bagiak telah resmi diakui secara hukum sebagai warisan asli Banyuwangi.
Hal ini menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga identitas budaya yang terus dijaga.
Sementara itu, banyak kuliner Banyuwangi memiliki keunikan karena menggabungkan dua jenis makanan dalam satu sajian, menghasilkan cita rasa yang khas dan sulit ditemukan di daerah lain.
Berikut tujuh kuliner khas Banyuwangi yang unik dan tidak pasaran, lengkap dengan informasi serta sejarah singkatnya.
Rujak Soto
Dilansir dari Kompas.com, rujak soto merupakan kuliner khas Banyuwangi yang terkenal karena keunikannya dalam menggabungkan dua hidangan berbeda, yakni rujak sayur dan kuah soto. Kombinasi ini menghasilkan rasa segar, gurih, dan sedikit pedas dalam satu sajian.
Rujak soto biasanya terdiri dari sayuran seperti kangkung, kacang panjang, kubis, serta tambahan tahu dan tempe.
Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan kuah soto yang kaya rempah dan ditambah potongan daging, seperti babat.
Rujak soto telah diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal pada tahun 2025. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kuliner tersebut merupakan warisan budaya asli Banyuwangi.
Awalnya, rujak soto berkembang dari kebiasaan masyarakat yang mencoba menggabungkan dua makanan favorit dalam satu piring. Dari eksperimen sederhana tersebut, lahirlah cita rasa baru yang kini justru menjadi ikon kuliner daerah.
Kini, rujak soto tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata kuliner bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi.
Baca juga: Dari Tahu Takwa sampai Sate Bekicot, Ini Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Bikin Ketagihan
Pecel Pitik
Kuliner Khas Jatim
kuliner khas Jawa Timur
kuliner khas daerah
kuliner khas Banyuwangi
Rujak Soto
Pecel Pitik
Sego Tempong
pecel rawon
botok tawon
sego cawuk
Pindang Koyong
Banyuwangi
Bangga Jawa Timur
Bangga Jatim
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
| Dari Tahu Takwa sampai Sate Bekicot, Ini Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Bikin Ketagihan |
|
|---|
| Tujuh Pantai di Jember yang Menawan, Surga Wisata Bahari di Pesisir Selatan Jawa Timur |
|
|---|
| Surabaya Punya Banyak Ruang Baca Menarik, Ini Lima Perpustakaan Bernuansa Modern hingga Alam |
|
|---|
| Tujuh Pantai Hits di Tulungagung, Dari Pasir Cokelat Unik hingga Air Terjun Tepi Laut yang Eksotis |
|
|---|
| Lima Kuliner Khas Ngawi yang Legendaris, Dari Nasi Pecel Pincuk hingga Wedang Cemue Hangat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Rujak-Soto-dan-Kue-Bagiak-Jadi-Kekayaan-Intelektual-Komunal-Asli-Banyuwangi.jpg)