Tradisi dan Budaya di Jatim

Grebeg Tengger Tirto Aji, Tradisi Pengambilan Air Suci yang Jadi Simbol Syukur dan Harmoni Alam

Tak sekadar ritual, Grebeg Tengger Tirto Aji di Malang juga sarat makna spiritual, budaya, dan penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan.

Tayang:
Kompas.id
GREBEG TENGGER TIRTO AJI – Grebeg Tengger Tirto Aji merupakan upacara adat syukur masyarakat Suku Tengger (Malang, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo) yang berpusat di Taman Wisata Air Wendit, Kabupaten Malang. Ritual ini bertujuan mengambil air suci dari Sendang Widodaren sebagai wujud syukur atas hasil panen dan keberkahan alam. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji di Kabupaten Malang merupakan ritual pengambilan air suci masyarakat Tengger sebagai wujud syukur pascapanen, sekaligus bagian dari rangkaian Yadnya Kasada.
  • Prosesi meliputi kirab hasil bumi, doa adat, Tari Tujuh Bidadari, pengambilan air suci, hingga perebutan gunungan yang dipercaya membawa berkah bagi masyarakat.
  • Tradisi ini mengandung filosofi penting tentang air sebagai sumber kehidupan, pelestarian alam, serta berpotensi mendukung wisata dan ekonomi lokal.

 

TRIBUNJATIM.COM – Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji menjadi salah satu warisan budaya unik masyarakat Suku Tengger di Kabupaten Malang yang sarat nilai spiritual, ekologis, dan sosial.

Tidak hanya dikenal melalui upacara Yadnya Kasada, masyarakat Tengger juga memiliki tradisi sakral ini yang digelar setiap tahun di kawasan Pemandian Wendit.

Grebeg Tengger Tirto Aji bukan sekadar upacara adat, melainkan ritual pengambilan air suci sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen, penghormatan terhadap alam, serta simbol air sebagai sumber kehidupan.

Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai bagian dari ketaatan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur dan keseimbangan hidup.

Tradisi Pengambilan Air Suci yang Sarat Makna

Dilansir dari budaya-indonesia.org, Grebeg Tengger Tirto Aji merupakan upacara adat berupa pengambilan air suci yang dilakukan oleh masyarakat Suku Tengger.

Grebeg Tengger Tirto Aji sendiri telah lama dilakukan secara turun-temurun, namun baru mulai dipublikasikan secara luas sejak tahun 2013.

Upacara ini biasanya digelar setelah musim panen sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus permohonan keberkahan untuk musim tanam berikutnya.

Prosesi utama dilaksanakan di Sendang Widodaren atau kawasan Pemandian Wendit yang terletak di dalam Taman Wisata Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Masyarakat setempat menyakini sendang tersebut sebagai sumber air suci dan merupakan resapan dari sumber yang sama di Goa Widodaren, Gunung Bromo.

Tradisi ini juga menjadi bagian dari rangkaian ritual Yadnya Kasada, yang dilaksanakan masyarakat Tengger setiap tahunnya.

Dalam konteks ini, Grebeg Tirto Aji berfungsi sebagai pelengkap ritual persembahan kepada leluhur untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan hidup.

Baca juga: ​Tradisi Nyadran Yadnya Karo, Ritual Sakral Suku Tengger Ranu Pani untuk Menghormati Roh Leluhur

Rangkaian Prosesi Grebeg Tirto Aji

Penampilan Tari Tujuh Bidadari dalam prosesi Grebeg Tengger Tirto Aji di Kabupaten Malang. Tarian ini menjadi simbol pengambilan air suci sekaligus menggambarkan kesakralan ritual masyarakat Tengger dalam menjaga tradisi dan keseimbangan alam.
Penampilan Tari Tujuh Bidadari dalam prosesi Grebeg Tengger Tirto Aji di Kabupaten Malang. Tarian ini menjadi simbol pengambilan air suci sekaligus menggambarkan kesakralan ritual masyarakat Tengger dalam menjaga tradisi dan keseimbangan alam. (kompas.id)

Prosesi Grebeg Tengger Tirto Aji berlangsung dengan perpaduan suasana sakral dan meriah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved