Bangga Jawa Timur

Tujuh Kuliner Khas Pacitan yang Unik dan Jarang Ditemui, Wajib Dicoba!

Dari soto bening hingga tiwul, kuliner khas Pacitan hadir dengan cita rasa unik berbasis tradisi dan bahan lokal yang wajib dicoba wisatawan.

Tayang:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
travel.tribunnews.com
KULINER KHAS PACITAN – Beragam sajian dan kuliner khas Pacitan seperti Soto Pacitan, Sego Gobyos hingga Tiwul menawarkan cita rasa unik yang menggugah selera, mulai dari gurih sederhana, pedas menggigit hingga sajian tradisional yang sarat nilai budaya. 
Ringkasan Berita:
  • Kuliner Pacitan memiliki karakter kuat karena memanfaatkan bahan lokal seperti hasil laut, ketela pohon, dan olahan nasi tradisional yang menciptakan rasa autentik.
  • Berbagai hidangan unik seperti soto Pacitan berkuah bening, ikan marlin, sego gobyos pedas, kupat tahu, hingga punten menawarkan sensasi rasa berbeda.
  • Tiwul dan sego godhong jati menjadi simbol kearifan lokal serta sejarah pangan masyarakat yang terus dilestarikan hingga kini.

 

TRIBUNJATIM.COM – Kabupaten Pacitan tidak hanya terkenal dengan wisata pantainya yang memukau, tetapi juga memiliki ragam kuliner khas yang unik dan berbeda dari daerah lain di Jawa Timur

Beragam makanan tradisional di daerah ini memiliki cita rasa khas yang lahir dari kondisi geografis dan budaya masyarakat setempat.

Kuliner khas Pacitan banyak memanfaatkan bahan lokal seperti hasil laut, ketela pohon, hingga olahan nasi tradisional. Hal ini menjadikan makanan di Pacitan memiliki karakter yang kuat dan tidak pasaran.

Kuliner Pacitan kerap dijadikan menu favorit saat momen tertentu, seperti buka puasa hingga tradisi hajatan. 

Sementara itu, beberapa makanan bahkan dulunya hanya disajikan dalam acara khusus sebelum akhirnya dikenal luas oleh masyarakat.

Berikut tujuh kuliner khas Pacitan yang unik yang wajib untuk dicoba jika berkunjung ke wilayah ujung barat daya Jawa Timur tersebut.

Soto Pacitan

Soto Pacitan hadir dengan kuah bening tanpa santan, gurih ringan dengan tambahan kacang goreng yang jadi ciri khasnya.
Soto Pacitan hadir dengan kuah bening tanpa santan, gurih ringan dengan tambahan kacang goreng yang jadi ciri khasnya. (solo.tribunnews.com)

Soto Pacitan memiliki ciri khas kuah bening tanpa santan yang membedakannya dari soto di daerah lain. Meski sekilas mirip soto ayam pada umumnya, komposisinya memiliki keunikan tersendiri.

Soto ini biasanya disajikan dengan tambahan telur rebus, kacang goreng, seledri, bawang goreng, serta kecambah. Kombinasi tersebut menciptakan tekstur yang lebih beragam dalam satu mangkuk.

Dikutip dari Kompas.com, keberadaan kacang goreng dalam soto menjadi pembeda utama yang jarang ditemukan di daerah lain. Hal ini memberikan sensasi gurih yang khas.

Secara historis, soto Pacitan berkembang dari adaptasi kuliner Jawa yang kemudian disesuaikan dengan selera lokal masyarakat pesisir selatan.

Kini, soto Pacitan menjadi salah satu menu wajib yang mudah ditemukan di berbagai warung makan di Pacitan.

Baca juga: Dari Rujak Soto hingga Sego Tempong, Ini Tujuh Kuliner Ikonik Banyuwangi

Ikan Marlin

Dilansir dari TribunTravel, ikan marlin menjadi salah satu kuliner khas Pacitan yang cukup istimewa karena bahan utamanya berasal dari hasil laut.

Daging ikan marlin dikenal tebal dan lembut, serta hampir tidak memiliki bau amis. Hal ini membuatnya digemari oleh banyak wisatawan.

Biasanya ikan marlin diolah dengan cara dibakar atau digoreng, lalu disajikan bersama sambal dan nasi hangat. Rasa gurih alami dari ikan menjadi daya tarik utama.

Keberadaan kuliner ini tidak lepas dari letak geografis Pacitan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber.

Ikan marlin pun menjadi simbol kekayaan hasil laut Pacitan yang melimpah dan bernilai tinggi.

Baca juga: Lima Kuliner Khas Ngawi yang Legendaris, Dari Nasi Pecel Pincuk hingga Wedang Cemue Hangat

Sego Gobyos

Sego gobyos merupakan kuliner khas Pacitan yang terkenal dengan rasa pedasnya yang kuat. Nama “gobyos” sendiri merujuk pada kuah pedas yang menjadi ciri khasnya.

Hidangan ini terdiri dari nasi, sayur daun kenikir, serta berbagai pilihan lauk. Namun yang paling menonjol adalah kuah pedas berbumbu cabai.

Dilansir dari berbagai sumber, kuah gobyos dibuat dengan racikan khusus sehingga menghasilkan sensasi pedas yang berbeda dari sambal biasa.

Kuliner ini berkembang dari kebiasaan masyarakat yang menyukai makanan pedas sebagai penghangat tubuh, terutama di daerah pesisir.

Saat ini, sego gobyos menjadi salah satu menu favorit bagi pecinta makanan pedas di Pacitan.

Baca juga: Dari Tahu Takwa sampai Sate Bekicot, Ini Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Bikin Ketagihan

Sego Godhong Jati

Sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek
Sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek (travel.tribunnews.com)

Dikutip dari kompas.com, sego godhong jati merupakan nasi yang dibungkus dengan daun jati. Aroma daun jati memberikan cita rasa khas pada nasi.

Dahulu, makanan ini hanya disajikan saat acara hajatan atau tradisi tertentu. Namun kini sudah mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Isiannya cukup lengkap, mulai dari nasi, urap-urap, tempe, ikan asin, hingga peyek teri. Kombinasi ini membuatnya kaya rasa.

Penggunaan daun jati bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai penambah aroma alami.

Sego godhong jati menjadi bukti bahwa tradisi sederhana dapat menghasilkan kuliner yang unik dan berkarakter.

Baca juga: Tak Hanya Wisata Sejarah, Ini Tujuh Kuliner Khas Mojokerto yang Bikin Ketagihan

Punten

Punten merupakan makanan khas Pacitan yang terbuat dari beras dan santan yang ditumbuk hingga halus.

Teksturnya mirip lontong, namun lebih lembut dan berwarna putih. Biasanya disajikan dalam bentuk kotak-kotak.

Punten dapat dimakan langsung atau dipadukan dengan lauk seperti pecel ayam dan sayuran.

Kuliner ini telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Pacitan, terutama sebagai makanan pendamping.

Hingga kini, punten tetap eksis sebagai camilan tradisional yang digemari berbagai kalangan.

Baca juga: Tujuh Kuliner Khas Sidoarjo yang Menggugah Selera, dari Lontong Kupang hingga Bandeng Asap

Kupat Tahu 

Kupat tahu merupakan kuliner khas Pacitan, berisi tahu yang digoreng tidak terlalu matang, kupat (ketupat), tauge, kol, dan diguyur air bawang putih dan kuah kecap dan gula jawa.
Kupat tahu merupakan kuliner khas Pacitan, berisi tahu yang digoreng tidak terlalu matang, kupat (ketupat), tauge, kol, dan diguyur air bawang putih dan kuah kecap dan gula jawa. (travel.tribunnews.com)

Kupat tahu khas Pacitan dikenal dengan kuah kecapnya yang kental dan gurih, menghadirkan perpaduan rasa manis dan lezat yang khas.

Sajian ini terdiri dari lontong, tahu goreng, kol, dan kecambah yang kemudian disiram kuah serta ditaburi seledri segar. Kombinasi bahan sederhana ini menghasilkan cita rasa yang seimbang dan menggugah selera.

Keunikan kupat tahu Pacitan terletak pada tambahan air bawang putih dalam kuahnya. Bumbu ini memberikan aroma harum sekaligus memperkuat rasa gurih, sehingga menciptakan karakter rasa yang berbeda.

Hidangan ini paling nikmat disantap dalam kondisi hangat, terutama saat udara sejuk.

Meski tergolong kuliner sederhana, kupat tahu Pacitan tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena cita rasanya yang khas dan autentik, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional daerah.

Baca juga: Tujuh Kuliner Khas Sidoarjo yang Menggugah Selera, dari Lontong Kupang hingga Bandeng Asap

Nasi Tiwul

Nasi tiwul adalah hidangan khas Pacitan yang dibuat dari gaplek, yaitu singkong yang telah dikeringkan.
Nasi tiwul adalah hidangan khas Pacitan yang dibuat dari gaplek, yaitu singkong yang telah dikeringkan. (kompas.com)

Tiwul merupakan makanan khas yang terbuat dari ketela pohon yang dikeringkan.

Makanan ini dahulu menjadi pengganti nasi, terutama pada masa sulit ketika beras sulit didapatkan.

Tiwul biasanya disajikan dengan sambal terasi dan lauk pauk, atau dengan parutan kelapa untuk rasa gurih.

Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, tiwul juga populer di daerah lain seperti Gunungkidul dan Wonogiri.

Kini, tiwul tidak hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga simbol ketahanan pangan masyarakat masa lalu.

Kuliner khas Pacitan menawarkan keunikan yang lahir dari perpaduan tradisi, kondisi geografis, dan kreativitas masyarakat lokal. 

Dari soto berkuah bening hingga tiwul sebagai warisan pangan, setiap hidangan memiliki cerita dan ciri khas tersendiri. 

Keberagaman kuliner ini menjadikan Pacitan tidak hanya menarik dari sisi wisata alam, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner yang autentik dan berbeda dari daerah lain di Jawa Timur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved