Jelang Idul Adha, Disnakkan Bondowoso Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Pengawasan hewan kurban dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas medik dan paramedik veteriner.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
KANDANG HEWAN KURBAN - Kandang kambing di Lapak Hewan Kurban Alfatih, dan At Taqwa Kecamatan Bondowoso pada 2019 lalu. Disnakkan Bondowoso kini memperketat pengawasan hewan kurban jelang Iduladha 1446 H/2026. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso memperketat pengawasan kesehatan hewan jelang Hari Raya Iduladha 2026.
  • Pemeriksaan dilakukan di lapak penjualan maupun sebelum proses penyembelihan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Jelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso memperketat pengawasan kesehatan hewan.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas medik dan paramedik veteriner.

Baca juga: Dipersoalkan Warga, Camat Pule Diminta Pemkab Trenggalek untuk WFH: Pelayanan Tetap Jalan 

Pemeriksaan dilakukan di lapak penjualan maupun sebelum proses penyembelihan.

"Pemeriksaan dilakukan sejak di lapak hingga sebelum pemotongan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit penyakit menular," ujarnya, dikonfirmasi Rabu (6/5/2026) kemarin.

Ia menerangkan, pihaknya juga sudah menyampaikan bahwa setiap hewan kurban wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Peste des Petits Ruminants (PPR).

Tak kalah penting, kata Hendri, pihaknya meminta lapak penjualan harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis.

Seperti kandang harus beratap, memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik, serta tersedia air bersih dan pakan yang cukup.

"Lapak juga harus memiliki pagar, memisahkan jenis hewan, serta menyediakan fasilitas disinfeksi untuk kendaraan, hewan, dan pengunjung," jelasnya.

Menurut Hendri, penataan lapak ini penting untuk menjamin kesejahteraan hewan sekaligus mencegah penularan penyakit.

Selain itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban, seperti memastikan kondisi fisik sehat, cukup umur, tidak cacat, dan diutamakan berjenis kelamin jantan.

"Upaya ini diharapkan dapat menjaga keamanan pangan sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit hewan di Bondowoso, " pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved