Budidaya Lele di Tulungagung: Bertahan, Bangkit, dan Kini Panen Untung
Farid Andi Wibowo memilih terjun ke dunia budidaya karena melihat peluang usaha yang masih terbuka lebar.
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, aktivitas budidaya ikan lele menjadi pemandangan yang cukup akrab.
Kolam-kolam pembesaran berdiri di sejumlah sudut desa dan menjadi sumber penghasilan bagi warga setempat.
Salah satunya milik Farid Andi Wibowo.
Sejak tahun 2021, ia mulai menekuni usaha budidaya ikan lele setelah melihat sektor pangan menjadi bidang yang tetap berjalan pasca pandemi COVID-19.
Meski sempat kuliah di jurusan perbankan syariah, Farid memilih terjun ke dunia budidaya karena melihat peluang usaha yang masih terbuka lebar.
"Apapun kondisinya, orang tetap butuh makan. Dari situ saya melihat budidaya lele ini masih punya prospek," ujarnya.
Berawal dari beberapa kolam sederhana, Farid perlahan mengembangkan usahanya.
Dalam satu siklus budidaya, ikan lele membutuhkan waktu sekitar dua setengah hingga tiga bulan hingga siap panen.
Menurutnya, usaha budidaya lele tidak bisa dijalankan sembarangan.
Banyak faktor yang harus diperhatikan mulai dari kualitas air, pakan, hingga kondisi ikan selama masa pembesaran.
Untuk kebutuhan pakan saja, kapasitas kolam yang dimilikinya saat ini bisa menghabiskan sekitar empat hingga lima karung pakan per hari.
Bahkan, biaya pakan mencapai lebih dari 80 persen total biaya produksi.
"Kami tidak cari yang paling murah, tapi yang kualitasnya cocok dan hasilnya bagus," jelas Farid.
Perjalanan usaha ini juga sempat mengalami masa sulit.
Pada tahun 2023, Farid mengaku hampir tidak mendapatkan keuntungan karena tingginya risiko kematian ikan dan hasil
panen yang kurang maksimal.
| Seluruh Calon Jemaah Haji Tulungagung Dinyatakan Istitaah, 1 Orang sempat Stroke |
|
|---|
| Jadi Mediator Laporan Dugaan Malapraktik di RS Era Medika, Dinkes Tulungagung Panggil Pihak Terkait |
|
|---|
| Kembali Jabat Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi Mengaku Prihatin Atas OTT KPK |
|
|---|
| Tujuh Pantai Hits di Tulungagung, Dari Pasir Cokelat Unik hingga Air Terjun Tepi Laut yang Eksotis |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik Kain Kasa Tertinggal di Ketiak, RS Tulungagung Sebut Laporan Terlalu Prematur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Farid-Andi-Wibowo-menekuni-usaha-budidaya-ikan-lele-di-Kabupaten-Tulungagung.jpg)