PMII Jawa Timur Dukung KH Asep Saifuddin Chalim Maju Jadi Rais Aam di Muktamar NU 2026

PMII Jawa Timur menyampaikan dukungannya terhadap Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag maju sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/M Taufik
JELANG MUKTAMAR PBNU 2026 - Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Akiedo Zawa, menyampaikan dukungannya terhadap Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU mendatang. 
Ringkasan Berita:
  • PKC PMII Jawa Timur menyatakan dukungan kepada KH Asep Saifuddin Chalim untuk menjadi Rais Aam PBNU.
  • KH Asep dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan dan pemberdayaan umat.
  • PMII Jatim berharap Muktamar NU 2026 menjadi momentum konsolidasi warga Nahdliyyin.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, berbagai aspirasi terkait sosok kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bermunculan dari kalangan warga Nahdliyyin.

Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026, berbagai aspirasi terkait sosok kepemimpinan PBNU mulai mengemuka dari berbagai kalangan warga Nahdliyyin. 

Salah satunya datang dari kalangan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jawa Timur.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Akiedo Zawa, menyampaikan dukungannya terhadap Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU mendatang.

Menurut Edo, panggilan Akiedo Zawa, NU ke depan membutuhkan figur ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman keilmuan, tetapi juga memiliki pengalaman dalam membangun kemandirian umat, khususnya melalui sektor pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Baca juga: Gus Salam Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar di Pondok Pesantren: Demi Kembalikan Ruh Perjuangan

Dinilai Punya Visi Pendidikan dan Penguatan Umat

“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim sebagai salah satu ulama yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengabdian kepada umat. Dedikasi beliau dalam membangun lembaga pendidikan dan pesantren menunjukkan komitmen besar terhadap masa depan generasi Nahdliyyin,” ujarnya. 

Dia menilai, pengalaman panjang KH Asep dalam dunia pesantren dan pendidikan menjadikannya figur yang relevan untuk memperkuat tradisi keilmuan di tubuh NU.

Selain itu, kepemimpinan ulama yang memiliki visi pendidikan dinilai penting untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU Resmi Digelar 1-5 Agustus 2026, Kiai Sepuh Kumpul di Surabaya Matangkan Persiapan

PMII Jatim Harap Muktamar Jadi Momentum Konsolidasi

“NU membutuhkan kepemimpinan ulama yang visioner, yang mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus mendorong kemajuan umat. Dalam pandangan kami, KH Asep memiliki kapasitas tersebut,” katanya.

PKC PMII Jawa Timur juga berharap Muktamar NU 2026 dapat menjadi momentum konsolidasi besar bagi warga Nahdliyyin untuk memperkuat peran NU dalam kehidupan kebangsaan, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berkeadaban.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved