Sejarah di Jatim
Sejarah Kampung Coklat Blitar, Wisata Edukasi Populer yang Berawal dari Krisis Flu Burung
Sejarah Kampung Coklat Blitar bermula dari krisis flu burung yang menghancurkan usaha peternakan, kini berkembang jadi wisata edukasi favorit.
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Ringkasan Berita:
- Kampung Coklat di Blitar menjadi wisata edukasi populer yang menggabungkan hiburan, kuliner, dan pembelajaran kakao.
- Tempat ini berawal dari perjuangan H. Kholid Mustofa yang bangkrut akibat wabah flu burung pada 2004 lalu menekuni kebun kakao keluarga.
- Bersama petani sekitar, ia membentuk Gapoktan Guyub Santoso dan mengembangkan usaha kakao hingga memasok pabrik coklat.
- Pada 2014, Kampung Coklat resmi dibuka dan kini menjadi destinasi favorit wisatawan di Blitar.
TRIBUNJATIM.COM - Kampung Coklat menjadi salah satu destinasi wisata edukasi paling populer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Tempat wisata ini berada di Jalan Banteng Blorok Nomor 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi keluarga, Kampung Coklat juga menawarkan edukasi tentang budidaya kakao hingga proses pengolahan coklat menjadi berbagai produk siap konsumsi.
Konsep wisata yang memadukan hiburan, edukasi, kuliner, dan perkebunan kakao membuat Kampung Coklat selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Dilansir dari kampungcoklat.id, kawasan wisata ini memiliki luas sekitar 6,5 hektar dan dilengkapi berbagai fasilitas.
Mulai dari galeri coklat, area kuliner, wahana permainan, cooking class, penginapan hingga masjid besar untuk pengunjung.
Selain itu, Kampung Coklat juga memiliki pabrik pengolahan coklat sendiri.
Pabrik tersebut mampu memproduksi hingga tiga ton olahan coklat per hari untuk dipasarkan kepada pengunjung maupun dikirim ke luar kota.
Baca juga: Mengenal Kampung Belgia Jember, Permukiman Kolonial Gaya Eropa Berusia Seabad di Tengah Kebun Karet
Awal Mula Kampung Coklat
Sejarah Kampung Coklat bermula dari kisah perjuangan H. Kholid Mustofa pada tahun 2004.
Saat itu, usaha peternakan ayam petelur miliknya mengalami kebangkrutan akibat wabah flu burung yang melanda Indonesia.
Kondisi tersebut membuat Kholid harus mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, ia mulai menekuni kebun kakao milik keluarganya yang telah ditanam sejak tahun 2000.
Kebun seluas sekitar 750 meter persegi itu awalnya tidak dirawat secara serius karena fokus utama Kholid saat itu berada di usaha peternakan ayam.
Kampung Coklat Blitar
Kampung Coklat
wisata Kampung Coklat
Blitar
Jawa Timur
Tribun Jatim
Sejarah di Jatim
wisata edukasi
H Kholid
Jatim
flu burung
kakao
coklat
TribunJatim.com
Kecamatan Kademangan
Gapoktan Guyub Santoso
Desa Plosorejo
perkebunan kakao
meaningful
Kabupaten Blitar
| Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator |
|
|---|
| Mengenal Situs Watu Gong Ketawanggede Kota Malang, Jejak Peradaban Kuno di Balik Restoran Cepat Saji |
|
|---|
| Jejak Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya, Rumah Para Tokoh Pergerakan Bangsa Bergelut Ide Kemerdekaan |
|
|---|
| Menyusuri Rumah WR Soepratman Pencipta Lagu Indonesia Raya yang Kini Jadi Museum Sejarah di Surabaya |
|
|---|
| Sejarah Candi Belahan di Pasuruan, Petirtaan Kuno dengan Pancuran Air dari Payudara Arca Dewi Laksmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pengunjung-berfoto-di-depan-bangunan-baru-Galery-Coklat.jpg)