Harga Telur di Lamongan Anjlok, Peternak Ayam Petelur Terancam Gulung Tikar
Industri peternakan ayam petelur rakyat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Harga telur di tingkat peternak Lamongan turun menjadi Rp21.500 per kilogram.
- Kenaikan harga pakan membuat peternak ayam petelur mengalami kerugian operasional.
- Peternak meminta pemerintah menstabilkan harga telur dan menekan harga pakan pabrikan.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Industri peternakan ayam petelur rakyat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini membuat para peternak lokal terancam gulung tikar karena pendapatan yang diperoleh tidak lagi mampu menutup biaya operasional produksi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam di tingkat peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp21.500 per kilogram. Angka tersebut turun jauh dibanding harga normal yang biasanya mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.
Kondisi tersebut dirasakan para peternak ayam petelur rakyat di Desa Sumberrejo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan.
Mereka mengaku kesulitan bertahan karena harga jual telur terus merosot, sementara harga pakan pabrikan justru mengalami kenaikan signifikan.
Baca juga: Protes Rencana Kadin Akan Datangkan Investor China, Peternak Rakyat Tulungagung Bagi-bagi Telur Ayam
Harga Pakan Naik, Peternak Kian Tertekan
Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Sumberrejo, Supardi Hardy, mengatakan penurunan harga telur sangat memukul peternak rakyat dengan skala kecil.
"Harga telur saat ini mengalami penurunan cukup besar. Kalau kondisi ini terus terjadi, peternak rakyat bisa gulung tikar," kata Supardi saat ditemui di kandangnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Supardi, beban peternak semakin berat setelah harga pakan pabrikan naik tajam. Harga pakan yang sebelumnya berkisar Rp390 ribu hingga Rp395 ribu per karung isi 50 kilogram, kini meningkat menjadi Rp410 ribu hingga Rp450 ribu per karung.
Akibat ketimpangan antara harga jual telur yang rendah dan biaya produksi yang tinggi, banyak peternak kini mengalami kerugian operasional setiap hari.
Baca juga: Harga Telur Ayam di Ponorogo Anjlok, Jerit Peternak ke Pemerintah: Jangan Saat Naik Saja Minta Turun
Peternak Minta Pemerintah Intervensi
Para peternak pun mendesak pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur sekaligus menekan harga pakan ayam pabrikan.
"Kami berharap pemerintah segera menstabilkan harga telur dan menurunkan harga pakan ayam pabrikan agar peternak rakyat bisa bertahan," ujarnya.
Selain persoalan harga pakan, Supardi juga menyoroti dugaan praktik tata niaga yang dinilai tidak sehat dalam distribusi telur ayam.
Ia meminta pemerintah turun tangan memberantas dugaan permainan harga yang merugikan peternak rakyat, khususnya peternak mandiri dengan populasi di bawah 10 ribu ekor.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, satu per satu peternak ayam petelur mandiri di Lamongan dipastikan akan menghentikan produksi karena tidak mampu menanggung kerugian berkepanjangan.
harga telur di Lamongan
harga telur
harga telur anjlok
berita Lamongan terbaru
Berita Lamongan Terkini
berita Jatim terbaru
berita Jatim hari ini
peternak ayam
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Dilepas Wali Kota Vinanda, 280 Calon Jemaah Haji Kota Kediri Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto, Bus STJ Terguling, 5 Penumpang Luka Berat |
|
|---|
| Gegara Utang Arisan Belum Dibayar, Pria Banyuwangi Nekat Jarah Perabotan Rumah Warga |
|
|---|
| Terkuak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Penjual Tempe di Pacitan, Polisi Ciduk Ayah dan Anak |
|
|---|
| Polres Ponorogo Dalami Dugaan Korban Lain dari Kiai JYD, Dugaan Asusila Terjadi Sejak Tahun 2017 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/peternak-ayam-di-lamongan-keluhkan-harga-telur.jpg)