Harga Telur di Lamongan Anjlok, Peternak Ayam Petelur Terancam Gulung Tikar

Industri peternakan ayam petelur rakyat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
HARGA TELUR ANJLOK - Peternak ayam petelur di Kabupaten Lamongan menunjukkan hasil produksi telur di kandang ternak. Harga telur anjlok Rp21.500 per kilogram membuat para peternak rakyat tertekan karena pendapatan tak lagi mampu menutup biaya operasional produksi, Kamis (21/5/2026)  
Ringkasan Berita:
  • Harga telur di tingkat peternak Lamongan turun menjadi Rp21.500 per kilogram. 
  • Kenaikan harga pakan membuat peternak ayam petelur mengalami kerugian operasional. 
  • Peternak meminta pemerintah menstabilkan harga telur dan menekan harga pakan pabrikan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Industri peternakan ayam petelur rakyat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur dalam beberapa pekan terakhir. 

Kondisi ini membuat para peternak lokal terancam gulung tikar karena pendapatan yang diperoleh tidak lagi mampu menutup biaya operasional produksi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam di tingkat peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp21.500 per kilogram. Angka tersebut turun jauh dibanding harga normal yang biasanya mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Kondisi tersebut dirasakan para peternak ayam petelur rakyat di Desa Sumberrejo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. 

Mereka mengaku kesulitan bertahan karena harga jual telur terus merosot, sementara harga pakan pabrikan justru mengalami kenaikan signifikan.

Baca juga: Protes Rencana Kadin Akan Datangkan Investor China, Peternak Rakyat Tulungagung Bagi-bagi Telur Ayam

Harga Pakan Naik, Peternak Kian Tertekan

Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Sumberrejo, Supardi Hardy, mengatakan penurunan harga telur sangat memukul peternak rakyat dengan skala kecil.

"Harga telur saat ini mengalami penurunan cukup besar. Kalau kondisi ini terus terjadi, peternak rakyat bisa gulung tikar," kata Supardi saat ditemui di kandangnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Supardi, beban peternak semakin berat setelah harga pakan pabrikan naik tajam. Harga pakan yang sebelumnya berkisar Rp390 ribu hingga Rp395 ribu per karung isi 50 kilogram, kini meningkat menjadi Rp410 ribu hingga Rp450 ribu per karung.

Akibat ketimpangan antara harga jual telur yang rendah dan biaya produksi yang tinggi, banyak peternak kini mengalami kerugian operasional setiap hari.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Ponorogo Anjlok, Jerit Peternak ke Pemerintah: Jangan Saat Naik Saja Minta Turun

Peternak Minta Pemerintah Intervensi

Para peternak pun mendesak pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur sekaligus menekan harga pakan ayam pabrikan.

"Kami berharap pemerintah segera menstabilkan harga telur dan menurunkan harga pakan ayam pabrikan agar peternak rakyat bisa bertahan," ujarnya.

Selain persoalan harga pakan, Supardi juga menyoroti dugaan praktik tata niaga yang dinilai tidak sehat dalam distribusi telur ayam. 

Ia meminta pemerintah turun tangan memberantas dugaan permainan harga yang merugikan peternak rakyat, khususnya peternak mandiri dengan populasi di bawah 10 ribu ekor.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, satu per satu peternak ayam petelur mandiri di Lamongan dipastikan akan menghentikan produksi karena tidak mampu menanggung kerugian berkepanjangan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved