JLS Babat Lamongan Jawa Timur Diproyeksikan Jadi Pengurai Macet & Penggerak Ekonomi Baru

Pemerintah daerah menargetkan proyek berjalan sesuai rencana agar segera dimanfaatkan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Alga W
Kominfo Lamongan
TINJAU PROGRES JLS - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, meninjau pembangunan JLS. 

Ringkasan Berita:
  • JLS Babat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus dibangun.
  • JLS Babat diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka konektivitas baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Progres Jalur Lingkar Selatan (JLS) Babat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus berjalan.

Diharapkan proyek strategis daerah tersebut mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka konektivitas baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Nasib Guru Honorer di Tahun 2027 Jadi Bahasan Serius DPRD Jatim & Pemprov, Susun Pola Uji Kompetensi

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, pembangunan JLS Babat dimulai dari jalan depan Pasar Agrobis-Desa Gendong Kulon-Pereng tembus Puncakwangi keluar di Jalan Jombang tersebut, saat ini mulai dikerjakan secara bertahap. 

Pemerintah daerah menargetkan proyek tersebut berjalan sesuai rencana agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Pembangunan JLS ini penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Pasar Babat dan mendukung pengembangan wilayah," ujar Kaji Yes, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, keberadaan jalan lingkar nantinya akan mengalihkan arus kendaraan besar agar tidak lagi melintas di pusat keramaian Kota Babat.

Dengan skenario tersebut, maka aktivitas ekonomi masyarakat di pusat kota diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Secara teknis, jalur lingkar selatan tersebut dirancang melintasi wilayah Plaosan, Sogo, Gedongkulon, Puncakwangi, hingga Karangkembang.

Jalur tersebut nantinya akan terhubung dengan akses menuju Kabupaten Bojonegoro sehingga menjadi alternatif penghubung baru antardaerah.

"Kita upayakan segera agar pembangunan infrastruktur ini bisa dirasakan manfaatnya meski pelaksanaannya bertahap, karena ada pembebasan lahan yang kurang," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, melalui Kadis Kominfo, Sugeng Widodo menjelaskan, pembangunan JLS sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025.

Di antaranya melalui peningkatan dan pelebaran jalan di wilayah Plaosan, termasuk perbaikan jembatan.

"Tahun ini dilanjutkan lagi. Untuk akses jalan kabupaten sebenarnya sudah tuntas karena ada perbaikan sepanjang 1,1 kilometer," katanya.

Namun demikian, jalur tersebut nantinya masih akan disambungkan hingga tembus wilayah Karangkembang sebagai bagian dari konektivitas menuju wilayah Baureno, Bojonegoro.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved